Ponorogo (beritajatim.com) – Kurang dari sepekan, pembukaan Grebeg Suro 2023 akan digelar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menganggarkan Rp1,9 miliar untuk event tahunan andalan Bumi Reog tersebut. Uang miliaran rupiah itu diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo.
“Pembiayaan untuk Grebeg Suro kali ini, diambilkan dari anggaran APBD 2023 sebesar Rp1,9 miliar,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Senin (3/7/2023).
Anggaran Grebeg Suro 2023 sebanyak Rp1,9 miliar itu, rencananya akan dipergunakan untuk pembiayaan 27 event. Untuk event pertama pembukaan Grebeg Suro direncanakan akan dilaksanakan pada 9 Juli 2023 nanti.
“Pembukaannya nanti insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli nanti,” ungkapnya.
Anggaran miliaran itu, kata Judha tentunya akan bergotong royong dengan masyarakat. Gotong royong yang dimaksud, misalnya ada komunitas akan menyelenggarakan kegiatan yang masuk kalender Grebeg Suro, Disbudparpora sudah memploting jumlahnya.
Baca Juga:
Ratusan SD Negeri di Ponorogo Belum Penuhi Pagu Siswa
Nah, tinggal masyarakat itu mencukupi kekurangannya. Jadi istilahnya anggarannya berkolaborasi.
“Itulah uniknya event Grebeg Suro, antara Pemkab dan masyarakat berkolaborasi. Mereka juga mau mengeluarkan uang untuk mensukseskan rangkaian event Grebeg Suro,” katanya.
Baca Juga:
Tanah Gerak Ponorogo, Lahan Relokasi Dipasangi Patok Tapal Batas
Dia menambahkan dampak dari kolaborasi itu, akhirnya Ponorogo masuk dalam 10 besar terbaik kalender pariwisata di Indonesia. Yakni dengan masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023 milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Tujuannya event Grebeg Suro ini bisa meningkatkan perekonomian yang ada di Ponorogo. Sejalan dengan Ponorogo menjadi salah satu kabupaten kreatif di Indonesia,” pungkasnya. [end/beq]






