Surabaya (beritajatim.com) – Niat sholat tahajud, jumlah rakaat, do’a, serta tata cara pelaksanaannya harus dilakukan dengan benar.
Bulan ramadan merupakan waktu-waktu di mana muslim berlomba-lomba memperbaiki ibadah, baik secara kualitas maupun kuantitas. Salah satunya adalah ibadah shalat tahajud.
Meskipun ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa sholat tahajud selama bulan puasa bisa digantikan dengan sholat tarawih, Namun bukan berarti kita tidak boleh menjalankan Shalat Tahajud selepas shalat tarawih.
Shalat tahajud tetap mendapatkan kedudukan yang sama pentingnya bagi seorang muslim yang mencari pahala dan keridhaan Allah.
Baca Juga: Anies Baswedan Didoakan Kiai dan Ulama Madura
Bagi yang belum tahu, atau masih belajar niat, tata cara cara pelaksanaan, dan do’a Sholat Tahajud, bisa membaca penjelasan berikut ini.
1. Niat Sholat Tahajud
Shalat Tahajud dilaksanakan selepas Sholat Isya sebelum waktu Subuh tiba, dengan syarat apabila dilakukan sesudah bangun tidur malam. Sholat Tahajud juga boleh dikerjakan sendirian atau berjamaah. Berikut niat shalat tahajud:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatat Tahajjudi Rak’ataini Lillaahi Ta’aala.
Artinya:
“Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.”
2. Jumlah Rakaat Sholat Tahajud
Jumlah rakaat shalat tahajud adalah minimal dua hingga sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Sedangkan untuk metode pelaksanaan ada beberapa cara.
1. Empat rakaat + empat rakaat + tiga rakaat (4 + 4 + 3 = 11 rakaat) (Berdasarkan HR. Al-Bukhari dari ‘Aisyah); atau
2. Dua rakaat iftitah + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + satu rakaat (2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1 = 13 rakaat). (Berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).
Baca Juga: Sambut Ramadhan, Ini Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa
3. Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tahajud
Rakaat Pertama
– Membaca niat.
– Mengucapkan takbir.
– Membaca doa Iftitah.
– Membaca surah Al-Fatihah.
– Membaca salah satu surah dalam Alquran.
– Rukuk dan membaca doa rukuk.
– I’tidal dan membaca doa i’tidal.
– Sujud pertama dan membaca doa sujud.
– Duduk di antara 2 sujud dan membaca doanya.
– Sujud kedua dan membaca doa sujud.
– Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua.
Rakaat Kedua
– Membaca surah Al-Fatihah.
– Membaca salah satu surah dalam Alquran.
– Ruku dan membaca doa rukuk.
– I’tidal dan membaca doa iktidal.
– Sujud pertama dan membaca doa sujud.
– Duduk di antara 2 sujud dan membaca doanya.
– Sujud kedua dan membaca doa sujud.
– Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir.
– Gerakan salam.
4. Do’a Sholat Tahajud
Do’a-do’a yang dibaca di waktu melakukan shalat tahajud atau sesudahnya, sebaiknya dari ayat-ayat Alquran atau hadits.
Misalnya, seperti:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia serta di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka.”
Baca Juga: 6 Tips dan Cara Menurunkan Berat Badan Selama Puasa Ramadhan
Juga, seperti:
فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allaahumma lakalhamdu anta qayyimus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, laka mulku samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu, anta malikus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu, antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waliqaa uka haqqun, waqauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wannabbiyuuna haqqun, wa muhammadun sallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, wassa’atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa’alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu wamaa akhrartu, wamaa asrartu wamaa a’lantu, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
Artinya:
“Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal. Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan, tidak ada tuhan melainkan Engkau.”
(kai/ian)






