Kediri (beritajatim.com) – Para santri Pindok Pesatren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur hadir untuk menyaksikan Kejuaraan Pencak Dor Profesional Indonesia, yang memperebutkan Sabuk Jawara Dankorbrimob Polri di GOR Jayabaya Kota Kediri.
Selain para santri, hadir secara langsung dalam Kejuaraan Pencak Dor Profesional Indonesia ini pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri seperti KH Abdullah Kafabihi Mahrus beserta petinggi Polda Jatim dan Kapolres Jajaran Se-Karisidenan Kediri Raya.
BACA JUGA : Peringati Hari Lahir Pancasila, Kelurahan Ngampel Kediri Gelar Kirab Budaya dan Doa Bersama
Komjen Pol Drs Anang Revandoko selaku Dankor Brimob Polri menuturkan, Kediri adalah Kota santri yang mencetak generasi muda bertakwa dan memiliki jiwa Pancasila. Ia menilai pencak dor merupakan salah satu kekayaan olahraga budaya bangsa Indonesia, bukan hanya milik warga Kediri saja tetapi juga milik semua masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
“Kita tahu semua dulu, Gus Maksum adalah tokoh yang luar biasa. Tokoh yang mempunyai kemampuan dan dedikasi luar biasa, membuat suatu kegiatan untuk menampung kemampuan para santri dibidang pencak silat, dengan aplikasi yang kita lihat sore hari ini yaitu pencak dor,” kata Komjen Pol Drs Anang Revandoko.
BACA JUGA : Pemkot Kediri Upacara Bendera Hari Lahir Pancasila
Pencak dor, menurutnya, salah satu kekayaan olahraga budaya bangsa Indonesia, bukan hanya milik warga Kediri saja tetapi juga milik semua masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
“Gus Maksum menciptakan hal yang baru lagi yaitu pencak dor. Satria betul, di atas dia lawan di bawah dia kawan, inilah yang kemudian menjadi budaya yang luar biasa,” pungkasnya
Dengan adanya Piala Pencak Dor Dankorbrimob, pihaknya berharap budaya satria, budaya mencintai bangsanya yang berjiwa Pancasila dapat ditularkan kepada seluruh santri dan pemuda Indonesia.
BACA JUGA : Jadwal Film Spider-Man: Across The Spider-Verse di Kediri, Nganjuk, dan Madiun
Terpisah Ketua Panitia Hadi Santoso menjelaskan, perebutan sabuk juara pencak dor ini bertujuan untuk menjaring bakat sekaligus mencari prestasi, tidak hanya sekedar menjadi ajang silaturahmi.
Peserta pencak dor kultur yang bagus akan melaju ke jenjang profesional. Dari profesional, pihak panitia akan membawa ke tingkat lebih tinggi Road To UFC, Road To One Champions atau pertandingan bergengsi lain di luar negeri
Brimob Polri sengaja menggelar kejuaraan tersebut dengan maksud untuk Road To UFC atau Road One Champions.
Sehingga, atlet-atlet yang berprestasi di daerah bisa dikirim ke luar negeri, sekaligus menekan kasus tawuran dan keributan antar perguruan silat. [nm/ted]






