Iklan Banner Sukun
Ragam

Bunda Tidak Perlu Panik, Begini Mengatasi Bayi Kuning

Ilustrasi bayi yang mengalami gejala bayi kuning. ( Karolina Grabowska, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Banyak orang tua pernah kaget si baby mengalami kondisi bayi kuning. Dalam katagori normal (fisiologis), hal ini biasanya terjadi pada bayi yang baru berusia 0-7 hari.

Katagori fisiologis cenderung terjadi secara bertahap, misal dua hari pertama mengalami peningkatan, hari selanjutnya menurun dan semuanya berlangsung bertahap. Namun, berbeda dengan bayi kuning dalam katagori bermasalah (patologis), yang terus meningkat setiap hari. Bahkan bisa lebih dari 5 mg/bl kadar bilirubin.

Sebenarnya kondisi kuning pada bayi bisa disebabkan oleh tiga hal. Pertama, karena adanya peningkatan zat kuning dalam darah. Kedua, pengaruh fungsi penyerapan zat kuning. Ketiga, penyebab pengeluarannya.

Adapun beberapa faktor risiko yang mungkin dialami bayi kuning. Mulai dari adanya riwayat penyakit kuning pada anak sebelumnya, peningkatan sel darah merah pada bayi, adanya riwayat diabetes gestasional yang dialami orang tua, hingga efek bayi yang lahir prematur.

Tak ayal jika dalam hal ini para orang tua merasa khawatir. Padahal, sebenarnya tidak perlu panik, karena tidak semua kuning pada bayi berbahaya. Pastinya semua itu harus dilihat terlebih dahulu faktor atau penyebab terjadinya.

Hal umum yang menjadi tanda dasar bahwa kuning pada bayi berbahaya biasanya dengan cara melihat kondisi bayi yang menyusui. Umumnya bayi akan menangis dan aktif, namun jika tampak lemas dan diam saja mungkin bisa lebih diwaspadai.

Cara lainnya untuk mengetahui bahwa banyak bayi dalam kondisi berbahaya yakni dengan menekan sedikit keningnya dengan jari, kurang lebih selama tiga detik. Jika muncul warna kuning sampai ke bagian betis, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Bahkan ada juga kasus bayi kuning yang sampai mengalami kejang. Jika terjadi kondisi seperti demikian, tentu saja harus segera diperiksakan ke dokter. Namun, jika tidak ada gejala-gejala seperti yang telah dijelaskan sebelumnya maka bunda tidak perlu terlalu panik.

Adapun cara penanganan paling dasar yang bisa dilakukan bunda ketika bayi dalam kondisi kuning, yakni dengan memberikan asupan ASI yang cukup. Selebihnya bisa dilakukan dengan cara konsultasi pada dokter.

Biasanya dokter akan terlebih dahulu mengevaluasi penyebab utama dan melakukan pemeriksaan sebelum memberikan penanganan, seperti terapi sinar biru (phototherapy). (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar