Bondowoso (beritajatim.com) – Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Bondowoso dalam sehari, Selasa (16/6/2026). Kebakaran tersebut masing-masing terjadi di sebuah gedung tidak terpakai milik Cabang Dinas Pendidikan Bondowoso dan rumah warga di Perumahan Kembang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kedua insiden tersebut.
Kasatpol PP dan Damkar Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, mengatakan kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di gedung tidak terpakai yang berada di Jalan Cokroaminoto Nomor 121, Bondowoso.
Berdasarkan laporan yang diterima petugas, kebakaran bermula saat seseorang membakar sampah di sekitar bangunan sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, api yang masih menyala ditinggalkan begitu saja hingga akhirnya merembet ke bangunan kosong tersebut.
“Petugas yang berjaga di lokasi melihat api mulai membesar dan segera melaporkannya kepada Damkar Bondowoso. Tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga api berhasil dikendalikan,” kata Aries, Selasa malam.
Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian material yang signifikan dalam peristiwa tersebut. Beberapa jam berselang, kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 18.20 WIB di rumah milik Suud (65), warga Perumahan Kembang Blok D5 RT 29 RW 09, Kelurahan Kembang, Kecamatan Bondowoso.
Menurut Aries, peristiwa itu diduga dipicu korsleting listrik saat pemilik rumah sedang memperbaiki telepon seluler sambil mengisi daya baterai.
“Dari informasi yang kami terima, muncul percikan api saat pemilik rumah memperbaiki HP yang sedang di-charge. Percikan tersebut kemudian memicu kebakaran pada sejumlah barang di dalam rumah,” ujarnya.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi layanan SiJaguar Damkar Bondowoso. Petugas yang menerima laporan pada pukul 18.25 WIB langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 18.50 WIB untuk melakukan pemadaman.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang elektronik mengalami kerusakan, di antaranya kipas angin, speaker, trafo, satu unit telepon seluler, dan satu raket nyamuk listrik. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Aries mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik maupun saat melakukan pembakaran sampah.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan dan memastikan penggunaan perangkat listrik dilakukan secara aman. Kewaspadaan sederhana dapat mencegah terjadinya kebakaran yang merugikan,” pungkasnya. (awi/kun)






