Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin masih banyak orang yang belum tahu, alasan kenapa malam satu suro dianggap mistis. Bahkan tak jarang jika sebagian dari mereka bertanya-tanya hingga menganggapnya sebagai misteri tersendiri.
Padahal malam satu suro atau satu Muharram merupakan malam tahun baru dalam kalender Islam. Namun, alih-alih menjadi perayaan yang meriah layaknya tahun baru Masehi, malam yang satu ini justru sebaliknya.
Masyarakat Indonesia yang kental akan budaya dan tradisi Jawa, meyakini bahwa malam satu suro merupakan malam sakral bahkan identik dengan hal-hal berbau goib.
Di mana mereka meyakini bahwa malam tersebut merupakan hari rayanya makhluk-makhluk astral atau goib. Tak ayal jika makhluk tak kasat mata tersebut kemudian keluar dari tempat persinggahannya.
Baca Juga: Tim Newtonic dan Asics Sukses Bawa Unesa Masuk 4 Besar LIDM 2023
Selain itu, arwah para luluhur juga datang pada malam sakral ini. Termasuk juga roh-roh tumbal pesugihan yang sebelumnya terbelenggu, kini dibebaskan. Hal tersebut sebagai imbalan dari pengabdian mereka selama setahun penuh.
Dengan kepercayaan munculnya berbagai makhluk-makhluk tersebut di tengah masyarakat, tak ayal jika sebagian warga beranggapan bahwa malam satu suro adalah hari yang buruk, terlebih karena dipercaya dapat membawa sial dan petaka.
Itulah kenapa orang-orang Jawa yang meyakini hal ini menunda untuk melakukan perjalanan jauh. Bahkan, menghindari untuk melangsungkan hajatan, seperti pernikahan.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Umumkan 10.150 Penerima Bantuan Modal 2023
Namun karena dianggap sakral, sebagian orang memilih untuk melakukan tradisi cuci benda pustaka atau berendam di aliran air yang dipercaya dapat memberikan beragam manfaat, seperti petilasan yang mengandung mata air. (fyi/ian)






