Surabaya (beritajatim.com) – Rumah produksi film dewasa yang disiarkan melalui website streaming berlangganan meraup keuntungan hingga Rp 500 juta. Film asusila tersebut diperankan oleh artis hingga selebgram.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak membeberkan bahwa rumah produksi itu telah membuat sekitar 120 judul film selama beroperasi. Harga yang ditawarkan kepada pelanggan juga berbeda.
“Jenis atau tarif yang ditawarkan, ada yang paket berlangganan 1 hari, dengan membayar 50 ribu, kemudian paket yang 1 minggu membayar 150 ribu, paket 1 bulan membayar 250 ribu, dan 1 tahun membayar 500 ribu,” ujar Ade Safri yang dikutip dari laman PMJ News, Selasa (12/9/2023).
Dia juga membeberkan bahwa rumah produksi itu dulunya beroperasi dengan membuat konten film horor maupun komedi. Namun, peminatnya dirasa kurang hingga akhirnya mereka beralih ke genre film dewasa.
BACA JUGA: Video Syur Rebecca Klopper Kembali Tersebar dengan Durasi Lebih Panjang
Menurut Ade Safri, rumah produksi film dewasa ini telah meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Jumlah tersebut didapat selama memproduksi film, terhitung sejak awal tahun 2022 dengan 120 judul.
“Adapun jumlah keuntungan yang telah didapat tersangka selama kurang lebih 1 tahun beroperasi, dimulai di awal tahun 2022, itu sudah sekitar Rp 500 juta, dan telah juga diwujudkan dalam bentuk beberapa aset yang kita juga lakukan penyitaan pada saat upaya paksa penggeledahan maupun penangkapan yang dilakukan tim penyidik,” tegas Ade Safri.
Sebagai informasi, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah mengungkap rumah produksi atau production house (PH) konten film bermuatan asusila dewasa. Konten tersebut disebarluaskan atau diunggah di website dengan cara berlangganan. (nap)






