Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki bulan Ramadhan, alih-alih dapat pahala dan tubuh jadi sehat, justru bikin gula darah naik? Berikut ini tips untuk menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh.
Memasuki bulan Ramadan, masyarakat muslim umumnya menunaikan ibadah puasa. Di mana mereka harus menahan makan dan minum beberapa jam lamanya. Tak ayal jika tubuh pun mungkin lebih rentan alami dehidrasi, rasa lapar, dan sejenisnya.
Sehingga banyak orang yang saat memasuki waktu berbuka, lebih memilih menu makanan atau minuman yang manis. Seperti kalimat yang kerap kita dengar, yakni “Berbukalah dengan yang manis”.
Baca Juga: 5 Resep Es Timun Serut Cocok Buat Takjil, Segar dan Mudah Dibuat di Rumah
Namun, kebiasaan berbuka dengan yang manis-masih cenderung dapat membuat kadar gula darah seseorang menjadi naik. Bahkan mereka lebih berisiko terkena beragam jenis penyakit. Adapun untuk mencegah kadar gula darah naik, kamu perlu simak beberap tips berikut ini, di antaranya;
Untuk menghidari kadar gula darah yang tinggi, terlebih bagi yang sudah didiagnosis terkena diabetes, maka hindari makanan tinggi karbohidrat dan makan-makanan bertepung sekaligus berminyak. Adapun sebaiknya rutin konsumsi makanan yang direbus, dikukus, dan sejenisnya.
Tidak lupa juga untuk mengonsumsi buah dan sayur sebagai pelengkap nutrisi dalam tubuh. Yang paling penting ialah kurangi juga asupan makanan atau minuman yang mengandung gula. Intinya jangan berlebihan mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
Asupan minuman yang tercukupi
Seseorang yang alami gejala gula darah tinggi memang cenderung lebih sering buang air kecil. Sehingga di bulan ramadan ini, asupan minuman juga perlu diperhatikan. Meski umumnya manusia normal di Indonesia hanya butuh waktu dua liter air setiap harinya.
Namun, sedang puasa atau tidak, asupan air minum sebenarnya tidak dilihat dari kondisi fisik seseorang. Melainkan dari kebutuhan tubuh yang disesuaikan dengan tinggi serta berat badannya. Pastikan juga bila minuman tidak mengandung banyak gula.
Baca Juga: Hary Tanoe Temui Prabowo di Kertanegara, Jajaki Kerja Sama Politik
Olahraga cukup
Meski sedang berpuasa, bukan berarti bisa dijakan alasan untuk tidak berolahraga. Terlebih karena banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan selama bulan puasa. Seperti yoga, pilatelis, workout, dan jalan santai.
Beberapa contoh olahraga tersebut selain menyehatkan juga dapat membantu tubuh terhindar dari risiko gula darah tinggi. Terlebih jika dilakukan secara rutin, minimal 30 menit setiap hari. (fyi/ian)






