Surabaya (beritajatim.com) – Pemain muda jebolan Persija Jakarta, Rafa Raditya Abdurahman, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapat kesempatan menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) bersama skuad Garuda Muda di Surabaya.
“Alhamdulillah bisa dipercaya sama Coach Nova. Rafa sendiri cuma kasih yang terbaik di liga, kalau bisa dipanggil tim nasional itu bonus. Kalau sudah dipanggil, pasti kasih yang terbaik,” ungkap Rafa, Minggu (15/3/2026).
Anak dari legenda sepak bola Indonesia, Maman Abdurahman, itu menuturkan bahwa selama sekitar dua pekan menjalani TC di Surabaya, para pemain mulai diperkenalkan dengan filosofi permainan yang diterapkan di tim nasional. Filosofi tersebut juga diselaraskan dengan konsep permainan tim senior.
Selain itu, para pemain juga mendapatkan berbagai materi latihan yang mencakup aspek taktik, kekuatan fisik, hingga kesiapan mental selama mengikuti pemusatan latihan.
“Di awal dua minggu ini kami diperkenalkan filosofi tim senior, jadi dari tim senior ke U-20 itu sama. Coach Nova kasih cara defending, cara attacking, dan ada juga latihan fisik di gym,” ucapnya.
Rafa menambahkan, pola latihan yang diterapkan pelatih kepala Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menuntut para pemain untuk bekerja keras serta menunjukkan sikap disiplin selama menjalani program latihan.
Menurutnya, pelatih menginginkan para pemain bersikap serius dan memanfaatkan kesempatan yang ada, mengingat banyak pemain lain yang juga ingin mendapat tempat di tim nasional.
“Coach Nova mau pemain yang agresif dan mau kerja. Dia tidak mau pemain yang hanya bercanda atau buang-buang waktu di sini,” tuturnya.
Rafa juga menegaskan tidak merasa terbebani dengan latar belakang keluarganya yang memiliki sejarah di sepak bola nasional, termasuk sang ayah yang dikenal sebagai mantan pemain timnas, Maman Abdurahman.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan selama mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-20.
“Kalau Rafa sih tidak ada beban. Yang penting kasih yang terbaik saja di lapangan,” pungkasnya. (way/but)






