Surabaya (beritajatim.com) — Semangat berbagi dan gotong royong mewarnai rangkaian Qurban Festival yang digelar DT Peduli Jawa Timur di sejumlah wilayah. Tahun ini, lembaga kemanusiaan tersebut menyalurkan sedikitnya 220 hewan kurban kepada ribuan penerima manfaat di Mojokerto, Lumajang, Pasuruan, hingga Malang.
Program yang melibatkan relawan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga warga setempat itu menjadi salah satu bentuk distribusi kurban yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga pemerataan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Jumlah hewan kurban yang disalurkan terdiri dari domba dan kambing yang didistribusikan secara bertahap di berbagai titik. Ribuan warga dari kalangan dhuafa, masyarakat pelosok, hingga korban terdampak bencana menjadi penerima manfaat utama dalam program tersebut.
Salah satu titik penyaluran berlangsung di Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada 27 Mei 2026. Sebanyak 70 ekor domba kurban didistribusikan kepada sekitar 700 kepala keluarga (KK).
Suasana gotong royong terasa sejak pagi hari. Warga bersama relawan dan tim DT Peduli bahu-membahu mempersiapkan penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Pemerintah desa setempat menyebut kegiatan ini bukan hanya menghadirkan bantuan pangan, tetapi juga mempererat solidaritas masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini membawa manfaat besar bagi warga. Kebersamaan yang tercipta sangat terasa, mulai dari proses penyembelihan sampai distribusi,” ujar perwakilan Pemerintah Desa Ngembat.
Sementara itu, puncak Qurban Festival DT Peduli Jawa Timur digelar di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Bumi Semeru Damai, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada 28 Mei 2026.
Di lokasi tersebut, sebanyak 90 ekor kambing dan domba kurban disalurkan kepada sekitar 1.800 penerima manfaat. Mayoritas penerima merupakan warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi mereka.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dan kebersamaan. Selain proses penyembelihan, warga juga mengikuti berbagai kegiatan sosial yang menambah semarak suasana Qurban Festival.
Kepala Kantor DT Peduli Jawa Timur, Bangbang, menjelaskan bahwa seluruh proses pelaksanaan dilakukan secara profesional dan sesuai syariat Islam.
Menurutnya, amanah dari para pekurban atau muqorib menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan baik.
“Alhamdulillah ini merupakan acara puncak Qurban Festival. Kami hadir untuk mendistribusikan amanah dari muqorib DT Peduli. Selain kolaborasi dalam pelaksanaan kurban, kami juga berupaya memberikan edukasi kepada warga agar proses sesuai syariat, seperti memisahkan area penyembelihan dan transit hewan sebelum disembelih,” jelas Bangbang.
Ia menambahkan, dokumentasi pelaksanaan juga menjadi perhatian penting sebagai bentuk transparansi kepada para donatur.
“Selain itu kami berupaya memberikan foto terbaik untuk laporan kepada muqorib bahwa hewan kurban sudah disembelih,” tambahnya.
Tak hanya di Mojokerto dan Lumajang, DT Peduli Jawa Timur juga menggelar penyembelihan di Desa Cengkrong Watu, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan serta Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Masing-masing wilayah menerima 30 ekor domba kurban yang kemudian dibagikan secara merata kepada masyarakat sekitar. Dengan tambahan tersebut, total hewan kurban yang disalurkan mencapai 220 ekor.
Program ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Nur Syamsi, Koordinator Huntap Semeru, mengaku bersyukur wilayahnya menjadi lokasi pelaksanaan Qurban Festival tahun ini.
“Terima kasih DT Peduli dan muqorib. Pertama kali kami mendapat kabar akan dilaksanakan kurban di huntap, warga sangat senang dan langsung melakukan persiapan. Semua yang terlibat berasal dari berbagai elemen, mulai pengurus masjid, guru TK, relawan, hingga kelompok warga,” ungkapnya.
Selain fokus pada distribusi hewan kurban, Qurban Festival juga menghadirkan berbagai aktivitas kebersamaan seperti lomba anak dan kegiatan sosial warga. Momen tersebut menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial. (fyi/kun)






