Surabaya (beritajatim.com) – Jelang tutup tahun 2021, Indosat Ooredoo semakin memacu bisnis layanan telekomunikasinya. Salah satunya dengan meluncurkan jaringan 5G di Surabaya meskipun tidak semua kawasan Di Surabaya punya jaringan 5G Indosat Ooredoo.
Namun kehadiran 5G mampu menarik perhatian pelanggannya. sepanjang tahun ini saja pelanggan baru Indosat Ooredoo tumbuh hingga 2 juta pelanggan. Dan kini secara nasional Indosat Ooredoo memiliki 62 juta pelanggan. Dan di Surabaya jaringan 5G bisa dinikmati di sekitaran kantor pusat Indosat Ooredoo Surabaya, kawasan kampus ITS, WTC, Plaza Marina serta kawasan Tunjungan Plaza.
“20 persen pelanggan kami ada di Jatimbalinusra. Dan di Surabaya sendiri sudah ada 2.500 pengguna jaringan 5G. Ini menunjukkan pertumbuhan pelanggan kami cukup signifikan,” beber SVP Head of Regional East Java dan Bali Nusra Indosat Oreedoo, Soejanto Prasetyo, dalam acara Ngobrol Bareng Media, Selasa (23/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”indosat”]
Melihat antusias pelanggan terhadap layanan mereka, Soejanto optimistis mampu mencapai target pendapatan mereka hingga 12 persen di tahun 2021 ini.
“Kami sih berharapbya lebih sih, karena di kuartal III/2021, kinerja pendapatan Indosat Ooredoo sudah berhasil tumbuh 12 persen. Dan saya lihat Oktober tumbuh 1 persen, November sedang berjalan,” harapnya.
Dia menjelaskan strategi bisnis yang dilakukan Indosat Ooredoo untuk mencapai target tersebut di antaranya seperti membangun network yang kuat untuk menambah jumlah pelanggan.
“Kemudian dari sisi produk, Indosat Ooredoo ini memiliki produk yang simple dan transparan. Jadi misalnya kalau produknya 8GB, ya 8GB itu semua bebas digunakan untuk apa saja, tanpa ada pemilahan penggunaan untuk sosmed sendiri, untuk Youtube sendiri,” jelasnya.
Soejanto menambahkan jaringan Indosat Ooredoo juga terus diperkuat dengan melakukan investasi penambahan Base Transceiver Station (BTS) yang hingga kini di wilayah Jatim, Bali Nusra sebanyak 6.000 BTS.
“Jadi jangkauan operator kami di Jatim, Bali Nusra sudah semakin luas. Di mana ada penduduknya, di situ kita semua hampir punya jaringan 4G. Bahkan di pelosok seperti Nusra, kita bangun Universial Service Obligation (USO), semacam jaringan dengan lingkup kecil untuk menjangkau pelosok khusunya wilayah timur,” tandasnya.[rea]






