Malang (beritajatim.com) – Seminar nasional yang mengusung tema Accounting, Entrepreneurship dan Digitalization diadakan himpunan program studi akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma).
Acara tersebut merupakan puncak dari kegiatan Accounting Festival (Afest) 2022 yang sudah berlangsung sejak 7 Desember lalu.
Selain seminar nasional, ada beberapa kegiatan lain yang turut mewarnai Afest 2022. Diantaranya Cerdas Cermat akuntansi tingkat SLTA, call for paper tingkat SLTA dan mahasiswa, hingga accounting got talent.
Saat acara puncak, Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE, MSi menjelaskan jika Afest 2022 diadakan untuk menumbuhkan akuntan yang berkarakter 5.0 dan jiwa entrepreneurship.
Seminar nasional tersebut diadakan dalam rangka bagi calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia perguruan tinggi khususnya bagi para peserta SLTA. Nur Diana memberikan apresiasi kepada himaprodi akuntansi FEB Unisma yang sudah menyelenggarakan program unggulan.
“Ajang ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas, knowledge, skill, attitude para siswa yang mempersiapkan diri sejak dini di masa sekolah. Di samping itu Afest 2022 juga memfasilitasi mahasiswa akuntansi untuk adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan tuntutan Era 5.0,” terangnya pada Selasa (13/12/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”feb-unisma-malang”]
Pada acara puncak juga dilakukan penyerahan hadiah pada peserta lomba berupa trophy dan uang pembinaan. Nur Diana memberikan apresiasi kepada peserta lomba yang sudah memperoleh mendapatkan penghargaan Voucher dan beasiswa kuliah di FEB Unisma.
Sementara itu, acara Seminar Nasional ini menghadirkan tiga narasumber unggulan. Di antaranya Guru Besar FEB Unisma, Nurhayati. Saat pemaparan, Nurhayati mengajak mahasiswa untuk menggali jiwa entrepreneurship di Era Digital.
Pembicara kedua, Pengurus IAI Wilayah Makassar, Mursalin. Dia memberikan materi terkait pentingnya sertifikasi bagi calon akuntan di era digital.
Kemudian pembicara terakhir dari CEO Trusvation, Dani Setiawan CPA yang juga berpengalaman menjadi manager di Deloitte Indonesia. Dia memaparkan materi tentang digitalization dalam mendukung peran akuntan di era disrupsi. [dan/beq]






