Mojokerto (beritajatim.com) – Hingga Senin (14/3/2022) siang, banjir masih merendam dua desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Puluhan rumah di dua desa tersebut terendam, satu Kepala Keluarga (KK) di Dusun Betro Timur RT 05 RW 01, Desa Betro, terpaksa mengungsi ke rumah saudara.
Salah satu warga, Ngateman (50) mengatakan, banjir merendam Dusun Betro Timur RT 05 RW 01, Desa Betro sejak Sabtu (12/3/2022). “Dua hari. Penyebabnya banjir kiriman karena jebolnya tanggul di Nganjuk. Ini sudah sering, sejak tahun 2019,” ungkapnya, Senin (14/3/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-mojokerto”]
Masih kata Ngateman, saat ini ketinggian air di jalan, kurang lebih 20-25 cm. Sementara, sebanyak 17 rumah sudah kemasukan air. Dari belasan rumah tersebut, satu KK terpaksa mengungsi ke rumah saudara. Karena rumah saudaranya itu tempatnya lebih tinggi.
“Ada satu, KKmengungsi ke rumah saudara terdekat, karena air masuk ke seluruh isi rumah. Untuk rumah warga lainnya hanya di bagian dapur saja yang terdampak. Mereka sudah dapat bantuan paket sembako dari BPBD, Ibu Bupati tadi kesini secara langsung memberikan bantuan,” ujarnya.
Banjir yang merendam dua desa dengan ketinggian di jalan kurang lebih 20-25 cm, sedang rumah warga di Desa Betro ketinggian kurang lebih 5-10 cm, Desa Watesprojo kurang lebih 10-15 cm. Jumlah rumah yang terendam di Desa Betro mengalami peningkatan, yang sebelumnya 2 rumah menjadi 17.
Untuk Desa Watesprojo ada 17 rumah yang teredam serta SDN Watesprojo sehingga para siswa belajar di Balai Desa Watesprojo. Selain merendam jalan dan rumah warga, banjir juga mengakibatkan 30 hektar tanaman tebu umur 5 bulan serta jagung, singkong dan padi siap panen di Desa Betro.
Sedangkan di Watesprojo, area persawahan tergenang seluas 30 hektar tanaman tebu umur 4 bulan dan tanaman padi siap panen terendam. [tin/suf]







