Situbondo (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo pada Minggu (8/3/2026) pagi menyebabkan puluhan pohon tumbang dan merusak sejumlah fasilitas umum serta rumah warga. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mencatat, peristiwa ini merupakan dampak dari cuaca buruk yang sudah terjadi sejak Sabtu (7/3/2026) sore.
“Kejadiannya mulai Minggu jam 9 pagi hingga selesai. Ada beberapa titik lokasi yang kita tangani, mulai dari Kecamatan Panji, Panarukan, Besuki, hingga Situbondo,” ujar Puriyono saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Dari data yang dihimpun BPBD Situbondo, dampak paling signifikan terjadi di Dusun Nangka, Desa Kayuputih, Kecamatan Panji. Sebuah pohon tumbang menimpa rumah dan kamar mandi milik warga, mengakibatkan dua orang mengalami luka.
“Dua korban luka adalah Ibu Sutami (61) yang mengalami luka di bagian kaki dan bibir, serta Ibu Siti Syamsiyatun (44) yang mengalami sesak napas. Keduanya kini dalam penanganan dan termasuk dalam kategori luka sedang,” jelas Puriyono.
Selain di Kayuputih, pohon tumbang juga menimpa rumah milik Fahrozi Zainullah di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, yang mengakibatkan kerugian materiil mencapai Rp3 juta. Di lokasi yang sama, angin kencang juga merusak atap rumah milik Sofiatul.
Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di SDN 1 Gelung, Kecamatan Panarukan, serta di TPU Jalan Plaosa Patokan dan sebuah toko milik Khoinin Nisa di Kelurahan Talkandang, Kecamatan Situbondo.
Sementara di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, sebuah pohon tumbang menimpa pagar bambu dan dievakuasi oleh TRC BPBD Provinsi Jatim yang kebetulan berada di lokasi.
Menindaklanjuti laporan dari perangkat desa, tim gabungan yang terdiri dari Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo, TNI/Polri, Tagana, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Begitu dapat informasi, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi. Untuk pohon-pohon yang tumbang, kami lakukan pemotongan menggunakan chainsaw,” kata Puriyono.
Hingga saat ini, kondisi cuaca di wilayah Situbondo masih mendung. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa. Pendataan dampak kerusakan masih terus dilakukan untuk tahap pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitupasna) dan rencana penyaluran bantuan lebih lanjut,” pungkasnya. (awi/but)






