Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus Demam Berdarah (DB) di Ponorogo mengalami peningkatan signifikan. Setiap harinya, puluhan pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo, termasuk pasien anak-anak. Pada Senin (13/1/2025), tercatat ada 34 pasien DB yang dirawat, terdiri dari 28 pasien dewasa dan 6 pasien anak-anak.
“Hari ini ada 34 pasien DB, yang terdiri dari 28 pasien dewasa dan 6 pasien masih anak-anak. Sejak awal Januari lalu, rata-rata pasien DB yang dirawat di sini ya 34 pasien itu,” kata Humas RSUA Ponorogo, Muh. Arbangin, Senin siang.
Menurut Arbangin, puncak lonjakan kasus DB terjadi pada Desember 2024. Total ada 187 pasien yang dirawat selama bulan tersebut, angka yang jauh meningkat dibandingkan November 2024 dengan 72 pasien.
“Jumlah yang tinggi ya bulan Desember tahun lalu, total pasien DB yang dirawat ada 187 pasien,” jelasnya.
Arbangin juga menyebut bahwa pasien DB yang dirawat terbagi dalam dua kategori, yakni Demam Dengue (DF) dan Demam Berdarah Dengue (DHF). Peningkatan jumlah pasien ini sempat membuat RSUA Ponorogo kewalahan hingga harus menyediakan tempat tidur transit tambahan untuk menampung pasien.
“Kami harus menambah bed khusus untuk transit pasien. Baik itu transit untuk rawat inap maupun transit untuk mau pulang,” katanya.
Salah satu pasien anak-anak adalah seorang bocah berusia 7 tahun yang masuk rawat inap di RSUA Ponorogo pada Minggu (12/1). Ibunya, Oka Saraswati, menjelaskan bahwa anaknya mengalami demam tinggi dan pusing sebelum dibawa ke IGD. Saat diperiksa, jumlah trombosit anaknya hanya 41 ribu.
“Di lingkungan Jalan Menur itu, ada 2 anak yang kena DB. Ya anak saya sama anak tetangga yang berumur 4 tahun,” ujar Oka. [end/beq]






