Ngawi (beritajatim.com) – Puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dirawat di Lembaga Sosial Kemasyarakatan (LSK) Rehabilitasi Jiwa Assifa Ngawi menampilkan peragaan busana atau fashion show pada Sabtu (12/8/2023).
Kegiatan itu merupakan salah satu dari rangkaian acara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-19 LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa di Dusun Brejing, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi.
Acara dimulai dengan jalan sehat melibatkan pasien ODGJ yang sudah dinyatakan stabil bersama warga sekitar. Kemudian, ada pula pentas seni pada ODGJ. Acara terakhir yakni fashion show pada ODGJ.

Fashion show tak hanya menampilkan busana yang dikenakan, sejumlah ODGJ ada yang memakai kostum pakaian tradisional hingga kostum Camat.
Mereka berlanggak-lenggok di catwalk dengan percaya diri. Sebagain ada pula yang melakukan koprol. Saat pentas eni pun, mereka mengikuti irama musik dan menari dengan ceria.
BACA JUGA:
Sumber Mengering, Warga Kerek Ngawi Antre Air Bersih
“Saya ini pakai kostum khas Madura untuk menampilkan tari Kacong dan Fashion Show. Latihannya sudah dua bulan. Ini saya sudah dinyatakan sembuh, sudah boleh pulang tapi saya ingin di sini saja,” kata Nur Rohim, salah seorang pasien ODGJ.

Tak hanya Nur Rohim, ada pula Arif Budi Susilo yang memakai seragam dengan warna khas mirip pegawai negeri sipil (PNS). Lngkap dengan buku besar. Dia mengaku memakai kostum camat.
“Ini Fashion Show pakai baju camat. Kebetulan saya tadi ketemu langsung sama Pak Camat Ngrambe Kusnu Heri Purwanto. Tadi juga sudah dikasih sangu. Saya dari Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah,” kata Arif.

Terpisah, Penanggung Jawab LSK Assifa Dimas Saputro mengatakan jika acara itu memang dipersiapkan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI sekaligus hari jadi LSK Assifa yang sudah 19 tahun.
BACA JUGA:
Sumber Mengering, Warga Bringin Ngawi Naik Bukit Ambil Air
“Persiapannya sudah sejak dua bulan. Totalnya puluhan orang ODGJ yang sudah stabil kondisinya. Kami arahkan terus sejak dua bulan lama-lama hapal sendiri harus menampilkan bagaimana. Ada dua gurunya yang mengajari,” kata Dimas.
Pun, saat ini masih ada 200 orang ODGJ yang menjalani perawatan. Sebanyak 52 orang lainnya sudah dirawat jalan. Sementara, sisanya masih menjalani rehabilitasi di LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa.
“Selain itu,dengan acara ini bisa memberikan motivasi agar yang lain bisa sembuh. Yang diikutkan acara bisa lebih ceria sehingga bisa benar-benar sembuh,” katanya. [fiq/beq]






