Kediri (beritajatim.com) – Puluh anak muda pecinta fotografi yang tergabung dalam Smada Photography and Documentary (SPOD) meamerkan puluhan karya yang dikemas dalam SPOD Exbihition bertajuk “Head Hand Heart“. Pameran ini dibuka Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di SK Coffee Lab.
Dalam sambutannya, Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasinya terhadap anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi. Menurutnya, dalam fotografi anak-anak muda ini dilatih tentang rasa, karena rasa itu tidak tersurat namun tersirat.
“Kalau kita hanya memotret freeze saja semua orang pasti bisa. Namun bila memotret dengan rasa itu harus dipikirkan kapan waktunya. Jadi benar-benar menggunakan rasa,” ujar Mas Abu-sapaan akrabnya.

“Saya lihat anak-anak millenial banyak jualan online shop. Mereka membutuhkan foto produk yang keren. Tentunya dalam menghasilkan foto yang keren dasar-dasar fotografi harus dipahami,” jelasnya.
Mas Abu juga menambahkan, selain memahami dasar fotografi, anak-anak muda harus bisa mengolah hasil karya fotonya menjadi lebih bagus lagi dengan menggunakan aplikasi untuk mengedit foto salah satunya adobe photoshop.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kota-kediri”]
“Setelah dasar-dasar fotografi, yang harus dipalajari adalah mengolah foto agar lebih bagus dengan menggunakan photoshop. Dengan kemajuan teknologi photoshop pun bisa dipelajari melalui youtube. Sekarang semua bisa dipelajari jadi kalian harus belajar sebanyak mungkin,” imbuhnya.
Kedepan, walikota muda berusia 38 tahun ini berharap hasil karya fotografi di Kota Kediri semakin keren. Karena Pemerintah Kota Kediri telah membangun beberapa taman yang bisa digunakan untuk hunting foto. Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Kediri pun sering mengadakan lomba foto agar anak-anak muda Kota Kediri menghasilkan karya-karya yang bagus. Usai memberikan sambutan, Walikota Kediri meninjau hasil karya fotografi yang dipamerkan.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pemkot-kediri”]
Pada kesempatan yang sama pembina SPOD Adi Kusumo menjelaskan tema “Head Hand Heart” ini diambil karena dalam menghasilkan karya foto yang baik tiga hal tersebut sangatlah penting. Hand, berarti anak-anak harus menguasai teknik-teknik fotografi termasuk penguasaan alat. Head, artinya anak-anak harus belajar mengonsep sebuah foto. Heart, berarti anak-anak harus berkarya menggunakan hati. “Ketika saya memberikan materi pada anak-anak saya katakan tiga hal itu sangat penting,” jelasnya.
Untuk diketahui SPOD Photography Exhibition ini berlangsung selama tiga hari yakni mulai 6 hingg 8 Maret 2019. Tidak hanya pameran foto, kegiatan tersebut juga diisi dengan bedah foto dan workshop fotografi. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri Apip Permana, Waka Kesiswaan SMAN 2 Kediri Ahmad Nuryani dan anggota SPOD. [adv hms/nng]






