Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya penataan manajemen pendidikan di Kabupaten Ponorogo belum sepenuhnya tuntas. Di tengah penyerahan ratusan SK kepala sekolah, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo masih menghadapi pekerjaan rumah berupa puluhan jabatan yang belum terisi. Kekosongan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi jalannya tata kelola sekolah di tingkat dasar dan menengah pertama.
“Belum tuntas, masih ada yang kosong. Setelah ini nanti akan laksanakan ajukan seleksi lagi kepala sekolah yang tersisa ada sekitar 40an,” kata Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, Kamis (16/4/2026).
Puluhan kursi kepala sekolah yang masih kosong tersebut tersebar di jenjang SD dan SMP. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pensiun hingga kebutuhan organisasi berdasarkan analisis riil di lapangan. Dindik Ponorogo memastikan, kekosongan ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut dan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme seleksi resmi.
“Doakan mudah-mudahan dalam waktu dekat nanti kita buka seleksi dan ada pengisian berikutnya, sehingga nanti di Ponorogo tidak ada plt-plt,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dindik Ponorogo mendorong seluruh kepala sekolah aktif mengusulkan guru-guru yang telah memenuhi kualifikasi untuk mengikuti seleksi. Regenerasi kepemimpinan dianggap penting agar kualitas pendidikan terus meningkat seiring kebutuhan zaman. Selain itu, peluang ini juga dibuka luas bagi guru yang siap naik jenjang karier, menjadi kepala sekolah maupun pengawas.
“Itulah dorong semua kepala sekolah itu bisa usulkan guru-gurunya yang sudah memenuhi kualifikasi itu, untuk diharapkan ikut seleksi agar supaya nanti ada peningkatan capaian kualitas,” jelas Nurhadi.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 149 kepala sekolah menerima mandat kepala sekolah. Mereka terdiri dari promosi, mutasi, hingga perpanjangan masa jabatan. Rinciannya meliputi promosi dari jenjang TK sebanyak 2 orang, SD 79 orang, dan SMP 13 orang. Sementara mutasi dilakukan pada 2 kepala SD dan 6 kepala SMP, serta perpanjangan masa jabatan periode kedua untuk 43 kepala SD dan 4 kepala SMP. (end/but)






