Gresik (beritajatim.com)– Puluhan barista unjuk kebolehan meracik kopi di ajang ‘Gresik Fun Brewing’ yang diselenggarakan di Joglo Pujasera Petro, Rabu (17/08/2022). Peserta barista atau peracik kopi diikuti tidak hanya dari Gresik melainkan juga dari luar kota diantaranya Surabaya, Sidoarjo, serta Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam meracik kopi, para barista diberi waktu 10 menit unjuk kebolehan mengeluarkan skill yang dimiliki menyajikan kopi yang terbaik. Proses meracik pun, tidak sembarangan mereka dibagi tiga orang. Masing-masing peserta tidak diperbolehkan langsung meracik kopi tapi menunggu aba-aba dari juri.
Setelah ada tanda dari juri, para barista dengan cekatan meracik kopi dengan tekniknya masing-masing dengan menggunakan alat glinder untuk menghaluskan kopi, kemudian diseduh sebelum disajikan. Penyeduhannya pun ada tekniknya tidak sekedar disajikan.
“Semua itu ada perbedaannya pada rasa kopi. Jadi penyajiannya antara kopi dengan campuran air panas harus seimbang,” ujar Iqbal Maulana salah satu barista asal Bandung, Jawa Barat.
Bagi Iqbal dirinya menerjuni sebagai barista sejak lima tahun lalu. Profesi yang ditekuninya banyak manfaatnya karena minum kopi sudah hobinya dan menjadi teman baik buat nongkrong.
[berita-terkait number=”3″ tag=”barista”]
Ketua Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia (K3PG) Awang D.Bachtiar mengatakan, dipilihnya Gresik Fun Brewing Competition ini membangkitkan kembali pelaku UMKM. Pasalnya, di Gresik banyak komunitas penikmat kopi ditambah banyak warung kopi yang bertebaran.
“Selaku pengelolah Joglo Pujasera Petro, kehadiran para barista ini bisa menjadi referensi. Sebab, meracik kopi ada standarnya termasuk cita rasanya,” katanya.
Sementara Yuanita Rachma dewan juri yang juga anggota Assesor Kompetensi Barista Profesional menyatakan ajang Gresik Fun Brewing ini lebih ditekankan pada natural kopi serta fluitnya. Kebanyakan peserta menduplikasi cara meraciknya. Padahal, kalau dieksplorasi lagi akan lebih lengkap.
“Rata-rata peserta yang mengikuti ajang ini saat meracik rasanya multi dimensi tapi yang penting otentik rasa kopinya,” pungkasnya. [dny/suf]






