Jember (beritajatim.com) – Gelanggang olahraga (gelora) di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dipastikan berubah nama dari Gelora Bung Karna menjadi Gelora Situbondo.
Nama ini dipilih dari beberapa opsi yang diusulkan masyarakat. “Menguat nama GS atau Gelora Situbondo,” kata Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang saat ini memimpin Situbondo, ditulis Rabu (9/4/2025).
Dengan memakai akronim nama GS, Rio berharap bisa memperbaiki citra Situbondo. “Di Situbondo kan terkenal lokalisasi Gunung Sampan yang disingkat GS. Dengan adanya nama GS baru, maka ini akan mereposisi atribusi Situbondo dari yang terkenal karena GS Gunung Sampan menjadi GS Gelora Situbondo,” katanya.
Bupati Rio menilai penggunaan nama Bung Karna untuk gelanggang olahraga tidak tepat, kendati Karna Suswandi, Bupati Situbondo 2021-2025 yang memprakarsai pembangunannya. “Kaidah hukum mana yang digunakan untuk memakai nama orang yang masih hidup,” katanya.
Pemberian nama juga digugat Lembaga Bantuan Hukum Mitra Santri sepekan setelah peletakan batu pertama atau ground breaking pada 19 Juni 2024. Mereka menilai pemberian nama tersebut tidak melalui prosedur dan regulasi yang benar.
GOR tersebut dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Situbondo dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 30,8 miliar.
Dengan kapasitas tiga ribu tempat duduk di atas lahan 1,5 hektare, GOR itu diharapkan Bupati Karna bisa memiliki daya ungkit ekonomi masyarakat dan digunakan untuk kegiatan olahraga regional dan nasional.
Rio memastikan semua aspek hukum terkait GOR tersebut beres sebelum digunakan. “Saya juga akan minta saran KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dulu, mau dijadikan apa nanti,” katanya. [wir]







23 Komentar
GS
Gunung Sampan ?
Semoga dpt mengelola dgn baik…khususx utk cabor yg menggunakan indoor
Wkwk
Dulu ada yg usul kasi nama Gelora KHR As’ad karn abeliau pahlawan nasional
Beri nama yg ideal,misalnya nama pahlawan nasional dr situbondo
Cocok ini… Usulan yang sangat bagus ππ»
Menurut hemat saya klo GS sepertinya kurang tepat krn mengarah k tmpat prostitusi (Gunung Sampan) bagaimana jika diubah menjadi GeSit
Mantab
Aduhhhh jek perak nyama taker yobe gik tak etemo lakonah se anyarπ€£π€£π€£π€£
Banyak even yg dapat menggunakan gelanggang tertutup (indoor),misalx voli,basket,takraw,bulutangkis,bridge,caturdll,tinggal bgmna caborx mengoptimalkanx…semoga caborx dpt kreatif…dan tdk selalu mengharap APBD…
untuk pagelaran futsal mantap juga
memang ad yg setuju ada yg tidak dgn nama karena terkenalnya yg awal sdh negatif klo boleh saran mending d tambah hruf R (raya) jd GSR kn krna Situbondo itu luas
Ia wajarlah kalau Gor jadi rebutan. Karena di kota kita ini hanya itu gedung satu-satunya yang besar. Beda dengan kota-kota dan kabupaten lain yang sudah berkembang pesat serta kemakmuran rakyatnya yang melejit tinggi berdasarkan realnya. Tak heran jika kabupaten lain terus mengembangkan sayap-sayap inovasi pembangunan demi mencapai target Indonesia maju.
Siip
Nama yg identik dg situbondo Gedung Gelora ” ARIYA SITUBONDO “
Sebaiknya jangan disingkat karena kesannya bukan menghilangkan GBK, tetapi seakan akan kita bangga dengan GS makanya gak hilang image GS di Situbondo sebagai lokasi prostitusi
Iya betul terkesan seakan akan kita MENGABADIKAN nama GS (Gunung sampan)……ππ
Risih rasanya………
Iya betul terkesan seakan akan kita MENGABADIKAN nama GS (Gunung sampan)……ππ
Risih rasanya………
semoga aja bisa lebih baik kabupatenku ini nantiπ
Semoga situbondo benar benar naik kelas, banyak investasi, banyak lapangan pekerjaan, agar perputaran ekonomi mengalir deras.
Iya betul terkesan seakan akan kita MENGABADIKAN nama GS (Gunung sampan)……ππ
Risih rasanya………
Gunung Sampan
TIDAK APA APA ASAL JANGAN DIARTIKAN GS( GUNUNG SAMPAN ) PUSAT PROSTITUSI, SEBAB DI ALUN ALUN JUGA PAKAI SIMBUL PATUNG SAMPAN.