Kediri (beritajatim.com) – Senyum ramah Wiji Indah Arianti, atau yang akrab disapa Bude Wiji, kembali menyapa pelanggan setianya di Rumpizz Kitchen. Warung sederhana yang terletak di Jalan Brawijaya, Kampung Inggris, Pare, Kediri ini resmi dibuka kembali sejak 30 April, usai sang pemilik pulang dari ajang kompetisi MasterChef Indonesia Season 12.
Namun, Rumpizz Kitchen yang sekarang bukan lagi sekadar warung biasa. Aroma pengalaman dan semangat baru turut tersaji dalam setiap piring makanan, termasuk satu menu yang jadi buah bibir – Tahu Tek.
“Kenapa Tahu Tek yang Queens Challenge itu yang saya keluarkan, karena episode yang awal-awal saat itu tahu tek ada kencurnya kan. Saya sebagai warga Kediri ya nggak keterima karena tahu tek itu nggak ada kencurnya. Seenak apapun masakan itu kalau kamu udah bilang tahu tek, apalagi kamu bawa suatu daerah ya kamu harus autentik terhadap daerah tersebut,” kata Bude Wiji.
Tak hanya Tahu Tek, beberapa menu lain yang pernah hadir di galeri MasterChef juga kini tersedia: Rujak Petis, Gulai Pisang Ayam, Kuah Pedas, Gulai Ikan Patin, Gulai Udang, hingga beragam sate seperti Sate Kambing, Sate Campur, dan Sate Sapi. Harga makanan pun tetap ramah di kantong, mulai dari Rp9.000 hingga Rp30.000.
Kendati sempat dilanda keraguan untuk membuka kembali usahanya, antusiasme masyarakat Pare dan penggemar MasterChef yang mendatangi warungnya jadi dorongan tersendiri.
“Awalnya saya ragu sebenarnya membuka kembali, karena apa, saya juga nggak tau kedepannya gimana dan cara saya menghadapi kaya fans-fans saya yang fanatik itu gimana, karena saya itu orangnya tu, jangan anggap saya artis, kaya sampean ketemu saya di rumah,” terang Bude Wiji.
Masuk lima besar MasterChef pun tak pernah ada dalam ekspektasinya. Ia menyebut semua ini adalah dorongan keluarga dan pelanggan setia yang percaya pada masakannya.
“Masuk 5 besar itu nggak nyangka sekali karena apa ya, dari awal kan sudah bilang bukan kemauan saya. Ya nggak ekspek gitu tapi Alhamdulillah gitu aja,” ujarnya.
Dari dapur MasterChef, ia mengaku banyak mendapat pelajaran hidup – bukan hanya soal teknik memasak, tapi juga soal mengelola emosi, ego, dan kepercayaan diri. Ia berharap suatu saat dapat membuka tempat makan yang lebih nyaman, dengan suasana alam terbuka dan pelayanan yang lebih baik.
Untuk generasi muda, pesan Bude Wiji terdengar sederhana namun sarat makna.
“Pokoknya apapun yang terjadi dalam hidup itu jangan pernah menyalahkan Tuhan karena itu sudah takdir kita sebenarnya, jadi jalani aja. Tetap semangat nomor satu, tetap semangat dan jangan pernah minder, kaya saya. Orang yang bawah pengen menggapai cita-cita itu nggak usah minder gitu lho,” tandasnya. [nm/but]






