Malang (beritajatim.com) – Pujon Hill Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar edukasi kopi dan hutan. Agenda yang dilaksanakan sejak awal Juli lalu dilakukan sebagai upaya memberi pengetahuan baru soal kopi sekaligus memberikan alternatif sumber ekonomi bagi warga di sekitar.
Salah satu anggota tim Pujon Hill UMM, Tatag Mutaqin, S.Hut., M.Sc., menerangkan jika bahwa acara tersebut bukan hanya melibatkan dosen namun juga para mahasiswa. Kedua elemen itu tergabung lewat program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) tematik.
“Budidaya kopi belum menjadi mata pencaharian utama masyarakat Pujon. Padahal potensinya cukup baik dan bisa dikembangkan lebih lanjut,” terang Tatag dalam penyampaiannya. Selain itu, acara yang berlangsung pada Senin (11/07/2022) itu juga ditujukan untuk membantu petani di desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
“Sayang kalau potensi kopi ini tidak dimaksimalkan. Maka dari itu, kami ingin mengajak warga untuk lebih dalam mengetahui seluk beluk perkopian. Mulai dari budidaya hingga cara memasarkan. Ini juga menjadi usaha membantu petani desa untuk memperkenalkan kopi hasil pertanian yang di Desa Bendosari,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umm”]
Tatag juga mengatakan bahwa ketinggian tanah di kecamatan Pujon sangat memadai untuk dijadikan lahan pertanian kopi. “Uniknya, Kopi Pujon juga pernah menjadi perwakilan kopi dari Indonesia dalam ajang Athens Coffee Festival di Yunani pada tahun lalu. Dengan berbagai keunggulan itu, tim UMM akhirnya ingin melakukan berbagai pembinaan. Terutama dalam rangka mendorong industri kopi di Pujon,” katanya.
Selain acara edukasi, acara itu juga diwarnai dengan live music oleh Morning Station. Ada juga pemateri dari petani lokal Pujon dan pertunjukan langsung barista untuk mengolah kopi menjadi lebih menarik. Tatag berharap dengan acara ini dapat memberikan sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat yang terdampak PMK.
“Selain memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, kami juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk alternatif sumber ekonomi. Terutama di tengah kondisi yang tidak menguntungkan akibat wabah PMK.” Ucapnya mengakhiri. [dan/but]






