Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP PDI Perjuangan, MH Said Abdullah menginformasikan bahwa pada Kamis (27/3/2023) hari ini pukul 12.00 WIB, dan pukul 15.00 WIB, Puan Maharani selaku Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik dan Keamanan akan bertemu dengan Ketua Umum PKB Gus Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
“Pertemuan Mbak Puan dengan beliau berdua sudah terjadi sebelumnya dan terakhir di Stadion Manahan, Kota Solo saat peringatan Harlah PKB ke-25 tanggal 23 Juli 2023 lalu. Saat Mbak Puan hadir di Harlah PKB, beliau menyebutkan bahwa Gus Muhaimin dan Bapak Airlangga merupakan sosok penting, bahkan sangat penting untuk menopang kerja sama memperkuat dan memenangkan Ganjar Pranowo,” kata Said melalui pernyataan tertulisnya kepada beritajatim.com.
Menurut Said yang juga Ketua PDI Perjuangan Jatim ini, sinyal dari Puan yang disampaikan di Solo gayung bersambut, maka terwujud pertemuan kedua tokoh tersebut pada siang ini.
“Sejujurnya, kami berharap Golkar dan PKB bisa melanjutkan kerja sama politik bersama PDI Perjuangan ke depan. Kami bersama Golkar dan PKB selama hampir 10 tahun ini telah bersama-sama di pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Sejauh ini, hubungan kami selama di pemerintahan, nyaman, sangat baik, dan saling memahami posisi masing-masing,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Ketua Banggar DPR RI ini, kerja sama antara PDI Perjuangan, Golkar, dan PKB hampir 10 tahun terakhir ikut memperkuat kepemimpinan Puan selaku Ketua DPR RI.
Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Lodewijk (Sekjen Golkar) dan Gus Muhaimin saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Kepemimpinan keduanya di DPR memperkuat stabilitas politik untuk menyokong pemerintahan.
“Oleh sebab itu, sangatlah wajar jika Mbak Puan menganggap arti strategis untuk melanjutkan kerja sama politik antara PDI Perjuangan dengan Golkar dan PKB. Rekam jejak chemistry, baik di pemerintahan maupun di parlemen tidak perlu diragukan. Sejarah mencatat, PDI Perjuangan bersama Golkar dan PKB kalau sudah sama-sama terikat komitmen, tidak pernah ingkar atas komitmen itu,” tegasnya.
Baca Juga: Jurkam Ganjar Bakal Dilatih Puan Hingga Andika Perkasa
Kenapa chemistry PDI Perjuangan bersama Golkar dan PKB mudah terbangun? Ini karena tokoh-tokoh penting di PDI Perjuangan, Golkar dan PKB sama-sama memiliki kedekatan kultural ke basisnya. Yakni, sama-sama dari kalangan wong cilik. Sehingga, hubungannya sudah seperti keluarga sendiri, ada bonding batin yang terbentuk.
Jadi, hubungan tokoh-tokoh PDI Perjuangan, Golkar serta PKB itu melampaui hubungan politik bagi-bagi kursi kekuasaan. Genealogi nasionalis dan santris yang menjadi citra diri PDI Perjuangan, Golkar, PKB telah terbentuk sejak republik ini masih dalam rahim, dan pendahulu kedua kelompok ikut melahirkannya.
“Pertemuan Mbak Puan dengan Bapak Airlangga dan Gus Muhaimin nanti optimistis dapat melahirkan kesepakatan-kesepakatan penting. Meskipun tidak semua kesepakatan itu nantinya bisa kami sampaikan seluruhnya kepada publik. Namun, yang pasti kesepakatan yang akan kami rumuskan ke depan diniatkan dari niat yang baik, untuk menjaga stabilitas politik, guna menjamin kelangsungan pembangunan nasional, memperkuat kepemimpinan nasional ke depan,” tuturnya.
Sebagai partai yang berdaulat, menurut politisi asal Sumenep, Madura ini, Golkar dan PKB memiliki perhitungan politik, dan bebas merdeka menentukan langkah politiknya, termasuk berbagai opsi kerja sama politik. “Atas dasar itulah, kedua beliau tersebut menyambut baik pertemuan dengan Mbak Puan siang nanti. Mohon doanya,” pungkas Said. (tok/ted)






