Surabaya (beritajatim.com) – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Jawa Timur serius untuk menjaring atlet muda. Salah satunya melalui Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur Juni mendatang. Para atlet muda nantinya bakal ditangani oleh pelatih handal yang didatangkan dari Cina.
Ketua PTMSI Jatim, Antonius Pangestu mengaku, atlet baru Puslatda KONI Jawa Timur ditargetkan meraih prestasi dalam Pekan Olah Raga XXI 2024 Aceh. Karena tenis meja tidak dipertandingkan di pada PON XX 2021 Papua lalu.
“Tenis meja sudah pasti masuk di PON besok, sehingga semangat kita muncul lagi,” ungkap Antonius.
Untuk itu, ia mengaku, PTMSI Jatim sangat semangat untuk bergerak mencari bibit-bibit atlet berprestasi. Salah satunya melalui ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja Jatim yang sudah berlangsung akhir 2021 lalu dan selanjutnya akan dipantau melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII 2022.
“Sementara, ini sudah ada beberapa atlet yang sudah terkumpul hasil Kejurprov, selanjutnya kita akan mengambil atlet jebolan Porprov yang nanti kita seleksi bersama dengan atlet yang sudah ada. Siapa yang terbaik pasti akan mendapat tempat,” ujarnya.
Seleksi ini, kata pengusaha jam itu, penting dilakukan karena nama-nama yang pernah membela Jatim sudah tidak bisa mengikuti PON karena dibatasi usia maksimal 25 tahun. Sehingga, pengprov perlu mencari atlet muda baru yang potensial.
Tak hanya atlet, berdasar hasil koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim akan diperkuat dengan mendatangkan pelatih asing asal Cina.
[berita-terkait number=”4″ tag=”koni-jatim”]
Sementara itu, technical delegate tenis meja di Porprov Arso Widodo mengatakan, dalam Porprov nanti akan dipertandingkan tujuh nomor yakni tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, ganda campuran serta beregu putra dan beregu putri.
“Karena ini pembinaan, sehingga pesertanya berusia maksimal 21 tahun. Kebetulan di PON nanti usia maksimal 25 tahun, sehingga ini nanti pas untuk diambil usia 22 maksimal karena PON masih dua tahun lagi,” ujarnya.
Hanya saja, dalam Porprov nanti ada satu daerah yakni Lamongan yang tidak bisa mengikuti multievent dua tahunan itu karena belum terbentuk kepengurusan PTMSI. [way/but]







