Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC sangat menyesalkan langkah PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait jadwal lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, BRI Liga 1 2022.
Bahkan pihak manajemen juga menilai jika regulator kompetisi, terkesan memaksakan dan cenderung abai melaksanakan kewajiban bagi pihak klub kontestan.
“Secara prinsip kami senang atas kabar kelanjutan kompetisi ini, namun kami menyesalkan kompetisi yang seakan dipaksakan, dan terkesan abai terhadap pemberitahuan kepada klub kontestan,” kata Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Sabtu (3/12/2022).
Tidak hanya itu, pihaknya juga menilai jika PT LIB terkesan kurang bijaksana dalam mengambil keputusan, khususnya seputar keberlanjutan kompetisi yang diikuti 18 tim kontestan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”madura-united”]
“LIB dalam menentukan jadwal seperti diburu target pemenuhan konten siaran, sekalipun ada beberapa tahapan yang mereka abaikan, terutama aspek fundamental terkait tanggal kick off,” ungkapnya.
Bahkan kondisi tersebut juga membuat klub kelimpungan dalam mempersiapkan tim, terlebih tim juga diliburkan dalam jangka waktu yang relatif lama pasca adanya tragedi Kanjuruhan, beberapa waktu lalu.
“Terkait dimulai kembali jadwal kompetisi ini, seharusnya diinformasikan dengan cara yang logis dan diberitahukan tidak secara mendadak kepada Klub,” sesalnya.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com, jadwal lanjutan kompetisi BRI sudah tersebar, namun hal itu bukan dalam bentuk surat resmi yang semestinya diketahui pihak klub. Bisa saja justru diartikan jika jadwal tersebut masih sebatas draf. [pin/kun]






