Menurut Amir, dua stadion ini dipilih dengan pertimbangan bahwa Stadion Gelora Bung Tomo akan menjadi home base Timnas Indonesia, sedangkan tim-tim lain akan bermain di Stadion Gelora 10 November yang terletak di kawasan Tambaksari, Surabaya.
“Saat ini, inspeksi sedang dilakukan di dua stadion tersebut, termasuk untuk persiapan semifinal dan final. Stadion GBT akan digunakan untuk pertandingan Indonesia, sementara stadion G10N untuk pertandingan non-Indonesia,” jelas Amir pada Selasa (28/5/2024).
Inspeksi ini bertujuan untuk menilai kondisi terkini kedua stadion. Jika ada fasilitas yang perlu diperbaiki, tim akan mulai melakukan pembenahan secara bertahap dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
“Dalam beberapa hari ke depan, PSSI akan melakukan inspeksi dan menindaklanjuti perbaikan yang diperlukan. Kami akan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder sepak bola di Surabaya dan Jawa Timur agar semuanya berjalan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Tournament Director PSSI, Ronny J. Suhatril, menyampaikan beberapa catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Surabaya sebelum pelaksanaan Piala AFF U-19. Catatan tersebut mencakup perbaikan fasilitas seperti lampu stadion, kondisi rumput, rekayasa lalu lintas, transportasi, parkir penonton, dan pintu gerbang stadion.
Menurut Ronny, standar pertandingan Piala AFF U-19 tidak akan berbeda jauh dengan standar yang ditentukan oleh FIFA pada Piala Dunia U-17 2023 lalu. “Venue Stadion GBT sudah sesuai dengan standar internasional dan hanya memerlukan sedikit penyesuaian jadwal pertandingan. Sementara itu, di Tambaksari, akan ada pengaturan contraflow lalu lintas,” ujarnya.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama antara berbagai pihak, Surabaya siap menjadi tuan rumah yang sukses untuk Piala AFF U-19 mendatang. (way/kun)