Jakarta (beritajatim.com) – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar pelatihan Video Assistant Referee (VAR) untuk para wasit di Indonesia. Agenda ini berlangsung di Jakarta pada 3-19 Januari 2024.
Sebanyak 35 wasit dan 16 Replay Operator (RO) mengikuti kegiatan ini. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan fase ketiga tahap 2.1 yang digelar pada Desember 2023 lalu.
Dalam pelatihan ini, para peserta mempelajari aspek teknis dan protokol penggunaan VAR serta mempraktikkannya secara langsung dengan simulator.
Sama seperti pelatihan VAR sebelumnya, didatangkan juga instruktur dari FIFA, yakni Tamer Dorry (Mesir). Sementara itu juga hadir perwakilan dari Hawk-Eye Innovations selaku penyedia teknologi VAR, di antaranya Florencia Silvetti dan Tilen Nastran.
“Pelatihan ini bertujuan untuk semakin meningkatkan pemahaman dan keterampilan para wasit dan RO dalam menggunakan VAR. Kami berharap dengan pelatihan ini, kualitas pertandingan sepak bola di Indonesia dapat semakin meningkat,” kata Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra.
Pada pelatihan ini, para peserta juga diberikan materi tentang penggunaan VAR untuk berbagai situasi pertandingan. Mulai dari gol, penalti, kartu merah dan kesalahan identifikasi. Selain itu, para peserta juga diberikan materi tentang bagaimana menggunakan VAR secara efektif dan efisien.
Pelatihan VAR ini memang mengalami sedikit perpanjangan masa trainingnya karena ingin membuat para kandidat wasit VAR, Assistant VAR dan RO lebih matang dan siap untuk implementasi VAR.
Walau belum dapat dipastikan pada pekan ke berapa mulai implementasi VAR di Liga 1, semaksimal mungkin dapat tetap dijalankan pada putaran kedua BRI Liga 1 2023/24 yang menyisakan 11 pekan pertandingan lagi, setelah memastikan seluruh SDM siap hingga mendapatkan approval dari FIFA. (faw/ian)






