Blitar (beritajatim.com) – Ketua PSHT Cabang Blitar Ibnu Sudibyo menanggapi himbauan pembongkaran tugu pencak silat dengan santai. Menurutnya sejak awal organisasinya tidak pernah menginstruksikan untuk membuat tugu pencak silat.
Ibnu menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya belum mendapatkan arahan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan pemerintah Kabupaten Blitar terkait himbauan itu. Maka dari PSHT Cabang Blitar masih bersikap pasif.
“Pengurus tidak pernah diminta izin terkait pendirian tugu pencak silat. Saya menilai itu kebanggan dari anggota, biasanya didirikan di lahan sendiri, atau di tempat umum pada lingkungan Desa,”ujar Ibnu, Kamis (06/07/23).
Dia melanjutkan, belum ada instruksi dari IPSI Kabupaten Blitar kepada perguruan terkait imbauan tersebut. Bahkan Ibnu hingga kini belum menerima surat himbauan tersebut dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar.
Padahal itu ranahnya bakesbangpol, untuk menindaklanjuti himbauan pembongkaran tugu pencak silat.
Ibnu menilai, setelah membaca surat dari Kesbangpol Provinsi Jawa Timur kepada IPSI, hal itu sifatnya sebatas himbauan saja. Bukan instruksi, sehingga tidak harus untuk diikuti adanya surat tersebut.
Baca Juga: Perguruan Silat Madiun Sikapi Instruksi Pemprov Jatim Soal Pembongkaran Tugu
Namun bila hal itu benar dilakukan maka tentu akan berdampak besar, karena membangun tugu pencak silat itu juga memakai dana para anggota. Jika dibongkar, dimungkinkan ada anggota yang tidak terima.
“Kami akan mengikuti arahan tersebut, jika ada peraturan daerah yang mengatur tentang pembongkaran dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait. Namun karena hanya himbauan, ya pasif saja,” terangnya.

Adanya surat tersebut dimungkinkan karena situasi atau kegiatan organisasi pencak silat ketika bulan suro yang akan datang. Dianggap mengkhawatirkan, karena sering ditemui adanya konvoi-konvoi dari oknum. Selain itu, bisa saja dikaitkan dengan agenda politik di tahun 2024 mendatang.
Ibnu mengkhawatirkan, bila semua pihak ikut menanggapi adanya himbauan ini nantinya menimbulkan sesuatu yang menjadi perhatian publik. Maka dari itu, dia tidak terlalu menanggapi serius dan hanya menunggu arahan dari IPSI saja.
Sebelumnya, pada Juni lalu Bakesbangpol Jawa Timur menyurati IPSI untuk menghimbau membongkar tugu pencak silat secara mandiri. Permintaan pembongkaran tugu perguruan silat itu disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada IPSI agar disampaikan ke seluruh pengurus perguruan silat di Jatim yang bernaung dalam organisasi tersebut. (owi/ted)






