Surabaya (beritajatim.com) – Proyek perpanjangan dermaga petikemas sepanjang 150 x 80 meter di Terminal Teluk Lamong (TTL) akhirnya hampir tuntas.
PT Krakatau Engineering – PT Amarta Karya (Persero), KSO mampu menyelesaikan pembangunan lebih cepat 1 bulan dari prediksi awal saat pengerjaan.
Hal ini diungkap manajemen PT Krakatau Engineering – PT Amarta Karya (Persero), KSO saat melakukan serah terima pekerjaan utama kepada PT Pelindo III (Persero) untuk Proyek Perpanjangan Dermaga Petikemas dengan panjang 150 meter dan lebar 80 meter itu. Dimana proyek di mulai sejak 17 Februari 2020 dan kini sudah memasuki tahap pengecoran terakhir.
Meski di tengah pandemi Covid-19, kegiatan pembangunan berjalan lancar. Bahkan perampungan pembangunannya lebih cepat satu bulan dari jadwal yang direncanakan. PT Amarta Karya (Persero), ) dapat menyelesaikan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan dari pemberi kerja PT Pelindo III (Persero).
“Kita kerjakan lebih cepat yakni dalam 540 hari kerja. Padahal tim kami sempat ada yang terpapar Covid-19,” tukas Andrianto, Pimpro Perpanjangan Dermaga Petikemas 150x 80 meter Terminal Petikemas Teluk Lamong.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pelindo”]
Dikatakannya, jika saat ini Teluk Lamong memiliki panjang dermaga 650 meter untuk internasional, dan 600 meter untuk domestik.
Sementara itu, Arif Ginanjar, Project Manager PT. Krakatau Engineering – PT. Amarta Karya (Persero), KSO, mengatakan, dengan segala kendala dan keterbatasan di tengah Pandemi COVID-19, PT. Krakatau Engineering – PT. Amarta Karya (Persero) dalam kerjasama operasinya tetap berkomitmen tinggi untuk dapat menyelesaikan proyek dengan selamat, tepat waktu dan mutu yang berkualitas.
“Kinerja yang keras dan kerjasama yang sangat baik antara PT. Pelindo III (Persero) sebagai ”Pemilik Pekerjaan”, PT. Krakatau Engineering – PT. Amarta Karya (Persero), KSO sebagai ”Pelaksana Pekerjaan” dan PT. Atrya Swascipta Rekayasa sebagai ”Pengawas Pekerjaan”, menjadi kunci sukses atas selesainya pekerjaan utama dengan waktu yang lebih cepat 1,5 bulan dan tanpa adanya kecelakaan yang fatality “Zero Accident,” jelas Arif.
Arif berharap dengan serah terima dermaga ini, PT Terminal Teluk Lamong selaku pengelola pelabuhan dapat meningkatkan, dan mempertahankan layanan terbaiknya, baik untuk pelayanan domestik maupun internasional.
Hal ini tentunya akan meningkatkan kinerja PT. Pelindo III (Persero) selaku induk perusahaan dan mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sektor kelautan.
Ke depan Arif Ginanjar berharap baik PT. Krakatau Enginnering maupun PT. Amarta Karya (Persero) bisa terus bersinergi, dengan BUMN dan berkonstribusi membantu Pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek pelabuhan di Indonesia.
Faruq Hidayat, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, mengatakan, sebelumnya waktu tunggu kapal untuk sandar bisa seharian atau sekitar 20 jam. Ini tentu saja bisa memperlambat proses bongkar muat yang berujung pada tersendatnya distribusi barang.
“Proyek perpanjangan dermaga peti kemas di Teluk Lamong, Surabaya, bisa memangkas waktu tunggu kapal untuk bersandar dan melakukan bongkar muat,”jelas Faruq.
Di tempat yang sama, Boy Robyanto Direktur Utama Pelindo III menuturkan jika 70 persen kegiatan perputaran kontainer domestik berada di wilayah Jatim. Sehingga dibutuhkan fasilitas untuk dapat mempercepat proses bongkar muat kapal di dermaga.
“Tentunya perpanjangan dermaga petikemas Teluk Lamong ini nantinya dapat menunjang kegiatan perputaran kontainer domestik yang 70 persennya berada di wilayah Jatim (Pelindo III),” tandasnya.[rea]






