Gresik (beritajatim.com) – Pengguna jalan yang melintas di Jalan Daendels Pantura, tepatnya di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Gresik, dikejutkan oleh banyaknya coretan di sepanjang jalan. Coretan tersebut dilakukan oleh sekelompok warga yang geram karena jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.
Aksi coretan di jalan ini diberi tanda silang dengan cat pilox berwarna putih, sebagai bentuk protes dan peringatan kepada pengguna jalan, khususnya pengendara motor, agar berhati-hati. Selain itu, warga juga melakukan penanaman pohon pisang di beberapa lubang jalan sebagai simbol protes terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan.
Arief (28), salah satu warga yang terlibat dalam aksi tersebut, mengungkapkan bahwa aksi ini dilatarbelakangi oleh keresahan warga terkait kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang.
“Tiga hari lalu ada kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia karena lubang besar di depan Puskesmas Sidayu,” ujar Arief, Rabu (2/10/2024).
Di antara coretan tersebut, terdapat juga tulisan “Rusak Bolo, Awas Bahaya” yang bertujuan mengingatkan para pengendara untuk berhati-hati, terutama karena seringnya truk bermuatan berlebih melintas, yang dianggap memperparah kerusakan jalan.
Ahmad Yaslim, koordinator aksi, berharap agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti masalah ini. “Semoga pemerintah daerah bisa menyampaikan keresahan ini ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) agar segera ada perbaikan,” tandasnya. [dny/beq]






