Jember (beritajatim.com) – Puluhan orang guru honorer duduk bersila membacakan salawat di ruang lobi gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/10/2023). Mereka memprotes sedikitnya jumlah kuota guru untuk perektutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini.
Ketua Forum Honorer Kabupaten Jember Mulyadi mengatakan, pembacaan salawat ini nerupakan bentuk keprihatinan terhadap Pemerintah Kabupaten Jember terhadap minimnya kuota PPPK tahun ini. Dari kuota 201 PPPK yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Jember, hanya ada jatah 26 lowongan untuk guru.
“Padahal tahun lalu (rekrutmen guru PPPK) mencapai ribuan. Kemarin ratusan orang. Terus terang kami cukup kecewa dengan kebijakan ini,” kata Mulyadi.
Informasi yang diperoleh Mulyadi, tahun ini ada 900 orang pegawai negeri sipil yang pensiun. “Apakah tidak bisa menyelesaikan (tenaga honorer) tahap 1 dan tahap 2 yang cuma 1.300 orang. Dan di bawah banyak teman yang mengabdi lama yang belum mendapat surat keputusan bupati.” katanya.
Mulyadi meminta pemerintah daerah memperhatikan para guru dan tenaga pendidikan di Jember. “Jujur ya, kita adalah tonggak utama tatanan negara, yaitu pendidik generasi bangsa,” katanya.
Forum Guru Honorer berharap pemerintah daerah menuntaskan pengangkatan PPPK untuk para guru dan tenaga pendidikan yang sudah lama mengabdi. “Kalau kategori K2 tinggal 35 orang. Kami ingin (perekrutan) teman-teman tahap 1, tahap 2, tahap 3 dituntaskan. Jangan sampai ada masalah baru dengan perekrutan baru. Data kami sekitar 1.300 orang,” kata Mulyadi.
Mulyadi berpesan kepada pemerintah daerah. “Wis wayahe GTT-PTT (Guru Tidak Tetap-Pegawai Tidak Tetap) bahagia sejahtera,” katanya. [wir]






