Surabaya (beritajatim.com) – Gelar sarjana kriminologi terdengar cukup bergengsi dan menantang pada saat yang sama.
Seseorang yang terobsesi dengan cerita fiksi kriminal atau kisah kejahatan nyata mungkin ingin mempertimbangkan gelar dalam jurusan kriminologi. Sebab, sebenarnya banyak orang yang taat hukum namun tertarik dengan psikologi dan perilaku kejahatan.
Lantas, benarkah lulusan kriminologi bisa menjadi Detektif? berikut ini penjelasannya.
Pengertian Kriminologi dan Alasan Orang-orang Mempelajarinya
Kriminologi adalah ilmu sosial yang berfokus pada pemahaman di mana, bagaimana dan mengapa kejahatan terjadi, serta kebijakan apa yang bisa mencegah penjahat untuk melakukan kasi kejahatannya.
Lebih lanjut, studi ini mempelajari tentang sebab dan akibat kejahatan, bagaimana mencegahnya, siapa yang melakukannya, mengapa orang berpartisipasi dalam kegiatan kriminal dan apa yang membuat seseorang rentan menjadi korban kejahatan.
Banyak disiplin akademis yang berkaitan erat dengan kriminologi, seperti psikologi, antropologi, dan ilmu politik. Sehingga peluang kerja jurusan kriminologi cukup luas, meliputi divisi yang berhubungan dengan pemahaman bagaimana dan mengapa kejahatan terjadi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pendidikan”]
Berikut pekerjaan serta prospek karir jurusan kriminologi:
– Pengacara pembela kriminal
– Penyidik kriminal
– Profiler kriminal
– Jaksa pidana
– Kriminolog
– Profesor atau peneliti kriminologi
– Administrator kota
– Petugas pemasyarakatan
– Detektif
– Penyelidik lapangan
– Inspektur kebakaran
– Psikolog forensik
– Wartawan investigasi
– Analis investigasi
– Penyidik urusan dalam negeri
– Polisi
– Spesialis pencegahan kerugian
– Manajer unit investigasi
– Paralegal
– Petugas pembebasan bersyarat
– Analis kebijakan
– Penyelidik swasta
– Pekerja sosial
Lulusan kriminologi di Indonesia, juga dapat berkarir di beberapa lembaga penyelidikan dan hukum, seperti:
– Kejaksaan: lulusan kriminologi dibutuhkan sebagai staf hingga petinggi yang memegang divisi penting di kejaksaan. Tugas seorang kriminolog tidak lepas dari menangani kasus-kasus kriminal yang dilimpahkan pada kejaksaan.
– Lembaga Kepolisian: lulusan kriminologi dapat berkarir di lembaga kepolisian, tepatnya Laboratorium Kriminologi. Tugas utama untuk menyelidiki kasus-kasus kriminal yang ditangani kepolisian.
– Departemen Pertahanan: ilmu kriminologi dibutuhkan untuk mendukung pertahanan negara.
– Badan Intelijen Negara: untuk bergabung pada divisi ini, dibutuhkan pengetahuan dan skill yang mumpuni. Seorang lulusan kriminologi dipandang mampu dan menguasai beberapa standard yang diterapkan Badan Intelijen Negara.
– KPK: lulusan kriminologi sangat dibutuhkan di lembaga KPK sebagai staf hingga petinggi divisi. Pengetahuan lulusan kriminologi akan sangat membantu dalam menangani kasus-kasus Korupsi.
Selain berkarir di lembaga hukum milik pemerintah, lulusan kriminologi juga bisa berkarir pada industri lain dan swasta.
Salah satu contohnya, seorang lulusan kriminologi bisa bekerja di dalam perusahaan asuransi. Penipuan pada bisnis asuransi berjumlah miliaran per tahun. Lulusan kriminologi bisa menjadi kepala divisi investigasi untuk menangani hal ini.
Itulah pekerjaan serta prospek karir jurusan kriminologi. Pada dasarnya jurusan ini sangat dibutuhkan dalam penyelidikan kasus-kasus kriminal pada lembaga hukum, terutama milik pemerintah. Namun, di jaman yang serba berkembang ini, lulusan kriminologi juga dibutuhkan untuk mendukung industri-industri lainnya di luar hukum. (kai/nap)






