Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, sedang melakukan persiapan untuk merealisasikan program Universal Health Coverage (UHC).
Program layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di kabupaten Pamekasan, saat ini sedang digodok. Bahkan diprediksi tuntas dan direalisasikan pada awal 2023 mendatang.
“Saat ini kami sedang persiapan teknis untuk program UHC, insya’ Allah awal Januari 2023 sudah terealisasi,” kata Kepala Dinkes Pamekasan, dr Saifudin kepada beritajatim.com, Sabtu (17/12/2022).
Pria yang akrab disapa dr Saifud menyampaikan beberapa kendala belum bisa diterapkan program UHC, salah satunya karena jumlah penduduk terdaftar sebagai anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih tercatat sebanyak 89 persen dari total 762.965 jiwa.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-pamekasan”]
“Salah satu syarat untuk dapat merealisasikan program UHC, jumlah penduduk yang tercover dan ikut program JKN harus 95 persen. Saat ini tinggal 6 persen yang belum terdaftar di JKN,” ungkapnya.
Bahkan pihaknya bersama instansi terkait, juga memiliki komitmen serupa untuk bisa merealisasikan program UHC pada 2023 mendatang. “Dalam rapat bersama DPRD Pamekasan, kami juga sudah sepakat UHC 2023 terwujud,” pungkasnya.
Untuk diketahui, saat ini Pamekasan menjadi satu-satunya kabupaten di Madura, yang belum menggratiskan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui program UHC. Sementara tiga kabupaten lainnya, yakni Bangkalan, Sampang dan Sumenep sudah menerapkan program tersebut. [pin/kun]






