Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, mencatat sedikitnya sudah ada 11 ribu ibu hamil (Bumil) yang memanfaatkan program melahirkan gratis sampai awal tahun 2026 ini.
Melahirkan gratis menjadi salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma, yang sejalan dengan kebijakan brobat gratis di Puskesmas.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, layanan persalinan gratis bisa dimanfaatkan semua ibu yang hendak melahirkan dan bisa diakses di Puskesmas seluruh wilayah Lumajang.
Saat ini, Pemkab Lumajang mencatat bahwa sudah ada lebih dari 11 ribu ibu yang memanfaatkan program melahirkan gratis ini.
Indah menegaskan, kebijakan melahirkan gratis dirancang untuk memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, layak, dan setara tanpa terbebani biaya.
“Melahirkan adalah hak setiap ibu. Pemerintah tidak boleh membiarkan proses kelahiran menjadi sumber kecemasan hanya karena persoalan biaya,” terang Indah, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, persalinan gratis menjadi salah satu program yang dikhususkan untuk memberi jaminan agar setiap warga Lumajang bisa mendapat hak setara dalam sistem pelayanan kesehatan.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memastikan agar tidak ada lagi ibu di Lumajang yang menunda atau menghindari layanan kesehatan akibat keterbatasan ekonomi.
“Kesehatan ibu dan anak adalah fondasi masa depan daerah. Ketika ibu sehat dan bayi lahir dengan selamat, di situlah pembangunan manusia dimulai,” tambah Indah.
Indah juga menyebut, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan risiko gangguan kesehatan terhadap ibu melahirkan.
Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan yang disediakan pemerintah daerah.
“Akuntabilitas pembangunan itu sederhana, masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Layanan persalinan gratis ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada warga Lumajang,” ungkap Indah. (has/but)






