Malang (beritajatim.com) – Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Indonesia sedang menikmati puncak demografi. Sebanyak 70 persen warganya berusia produktif.
Artinya, banyak anak muda di Indonesia yang memiliki kesempatan cukup besar untuk berkarya dan berinovasi. Berdasarkan prosentase tersebut, anak muda di Indonesia seolah tak pernah surut langkah untuk berkreasi.
Salah satu potensi anak muda berprestasi yang menjadi inspirasi adalah Amar Abdul Aziz. Pria asal Surabaya ini sudah memiliki perjalanan karir yang gemilang di usianya yang menginjak 22 tahun.
Pertama kali bekerja dimulai sejak tahun 2022, ia memulai magang di Accord Innovations, yakni perusahaan headhunter asal Malaysia. Ia memulai langkah menjadi seorang sales.
“Karena base saya di Surabaya, akhirnya memilih move ke Jakarta. Disini, tugas saya fokus menjadi sales development representative,” terang Amar.
Saat baru bekerja selama tiga minggu, Amar berhasil meeting bersama salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.
“Sebelumnya, saya approach bank tersebut, beberapa pimpinan belum berhasil untuk menembus bank itu. Namun, saya berusaha keras untuk menembus klien tersebut, akhirnya bisa,” papar dia.
Berkat prestasinya tersebut, Amar kemudian dipercaya sebagai Associate Business Development Executive. Saat mengemban tugasnya, ia dipercaya untuk handle beberapa klien besar lainnya. Selama empat bulan, ia berhasil mengakuisisi dan bertanggung jawab untuk mengkonversi puluhan posisi dari klien dengan ekspektasi total revenue lebih dari Rp 350 juta.
“Saat itu, saya juga dipercaya untuk pegang end to end business process. Mulai dari meeting, pitching hingga account managing,” lanjut dia.
Setelah menyelesaikan tugasnya, ia mendapat penawaran dari LingoTalk, salah satu startup di bidang edutech. Posisi ini akhirnya mengantarkan dirinya kembali ke Surabaya.
“Saya mendapat tawaran untuk menjadi business development dan mencari sekolah yang ingin menggunakan services dari kami,” imbuh dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Setelah tiga bulan berjalan, Amar kemudian mendapat tawaran dari Glints. Setelah menjalani interview yang cukup panjang, akhirnya ia dipercaya untuk menjadi Sales Development Representative.
“Selama kerja disini, saya melakukan kerjasama partnership dengan berbagai pihak. Saya berhasil generate revenue sebesar 3,888 US dollar dan beberapa perjanjian yang sedang dipelajari oleh pihak klien,” lanjut Amar.
Tak puas sampai disitu, Amar terus menggali ilmu untuk menambah kemampuannya. Ia berupaya mendapatkan ilmu tambahan melalui Linkedin, Udemy hingga Youtube. Kemudian, pada bulan Maret 2023, ia kembali dipercaya untuk menjadi Gojek Corporate Sales – East Java Coordinator.
“Saat ini saya sedang aktif menjalin kolaborasi bersama beberapa startup, BUMD, BUMN, dan enterprise company yang membutuhkan layanan dari kami,” papar lulusan Universitas Ciputra Surabaya ini.
Bagi Amar, menjadi seorang Sales merupakan pekerjaan yang menantang. Menurut Amar, seorang sales harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan klien, memiliki pemahaman produk atau layanan yang dimiliki dan juga dapat memberikan solusi atau saran dari kebutuhan dan masalah yang kliennya miliki.
“Pasti ada suka dukanya sebagai sales. Namun, bagi saya, yang paling penting adalah bagaimana caranya untuk fokus pada masalah klien dan bagaimana produk atau layanan saya dapat membantu klien untuk mengatasi masalah mereka. Ini yang memotivasi saya untuk terus belajar, bagaimana untuk menjadi sales yang memiliki kemampuan problem solving dan tetap beretika, bukan menjadi sales yang annoying,” jelas Amar.

Bagi Amar, untuk memahami kebutuhan kliennya, ia harus banyak menggali dan menjalin hubungan yang baik.
“Kalau jadi sales, jangan sampai annoying dengan cara terus menerus mengirim pesan dan menelpon klien. Harus mulai dengan build relationship dan trust dari calon prospek. Mulai dari menggali dari hal-hal apa yang bisa dibantu, memberikan solusi dan diskusi. Jangan langsung hard selling, agar orang tidak merasa terganggu atau tidak nyaman,” sambung dia.
Meski sibuk, Amar selalu meluangkan waktu untuk menjernihkan pikiran. Misalnya main futsal atau berolahraga sepak bola.
“Hobi ini biasa dilakukan setiap weekend, untuk futsal dan sepak bola masing-masing satu minggu sekali, untuk refreshing,” kata Amar.
Selain itu, ia juga menghabiskan sisa waktu istirahat sejenak dengan quality time bersama keluarganya.
“Kalau quality time bersama keluarga, biasanya berlibur ke Malang atau Batu. Yang penting sama keluarga,” tandas dia.
————
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator. (ted)






