Jombang (beritajatim.com) – Sosok KH Masduqi viral di media sosial karena pertemuan dengan Ketua Umum (Ketua Umum) PBNU, KH Yahya Staquf atau Gus Yahya saat Resepsi Satu Abad NU di GOR Sidoarjo, Selasa 7 Februari 2023. Dalam pertemuan itu, Gus Yahya mencium tangan Kiai Masduqi. Lantas, siapa sebenarnya KH Masduqi?
Nama lengkapnya KH Masduqi Abdurrahman Al Hafid. Kiai sepuh ini merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Qur’an (PPRTQ) Kecamatan Perak Kabupaten Jombang Jawa Timur. Gelar Al Hafid tersebut disematkan di belakang namanya karena Kiai Masduqi adalah penghafal Alquran.
Dari pesantren yang didirkan banyak tokoh yang lahir. Namun demikian, Kiai Masduqi tetap sosok yang sederhana. Setiap hari menerima setoran hafalan Alquran dari santri-santrinya yang berjumlah ratusan. Sedangkan setiap Jumat pagi, kiai yang lahir pada zaman penjajahan Jepang ini memberikan pengajian tafsir Al Ibris di pesantren tersebut. Itu rutin dilakukan.
BACA JUGA:
Satu Abad NU, Viral Ketum PBNU Cium Tangan Kiai Masduqi Asal Jombang
Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Qur’an berada di Jl Raya Perak Jombang. Pondok ini didirkan oleh Kiai Masduqi pada tahun 1965. Awalnya, hanya keluargnya yang mengaji di pesantren tersebut. Namun seiring laju waktu, pondok ini ramai didatangi santri untuk belajar Alquran. Saat ini jumlah santri sekitar 400 orang.
Pondok Pesantren Putra Putri Roudhotu Tahfidzil Qur’an merupakan lembaga pendidikan Islam yang yang mengkhususkan mendalami hafalan Alquran serta ‘ulumul Qur’an. Namun seiring perkembangan zaman, pondok ini juga mendirikan lembaga pendidikan lain. Di antaranya, TPQ Ar Rahman, KB (Kelompok Bermain) Dewi Maryam, TK Islam Dewi Maryam, SD Islam Ar Rahman, SMP Islam Ar Rahman.
Mencintai Ilmu
Awalnya, dia belajar agama dari sang ayah, yakni KH Abdurrahman Bahri. Setelah itu belajar Alquran kepada Kiai Munawir Pedes Kecamatan Perak. Oleh Kiai Munawir, Masduqi kecil direkomendasikan untuk belajar kepada KH Dahlan Kholil, seorang ahli Alquran dari PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso Kecamatan Peterongan Jombang.
Masduqi muda adalah sosok yang haus ilmu agama. Dari Pesantren Rejoso, putra dari pasangan KH Abadurrahman Bahri dan Nyai Dewi Mariyam ini melanjutnya nyantri ke pesantren Assaidiyah Sampang Madura di bawah asuhan R KH Mohammad Said Ismail. Kiai Isma’il diriwayatkan sudah hafal Alquran di usia 10 tahun.
[berita-terkait number=”2″ tag=”satu-abad-nu”]
“Saat nyantri di pondok pesantren Sampang, Kiai Masduqi seangkatan dengan Mbah Mangli Magelang (almarhum KH Hasan Asya’ri). Lalu meneruskan lagi nyantri di pondok pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. Juga pernah nyantri di KH Umar Zahid Semelo. Kemudian mendirikan Pondok Pesantren Perak pada tahun 1965,” ujar Agus Haji Muhammad Syarifuddin Ahmad atau Gus Udin, anak nomor 7 dari KH Masduqi Abdurrahman Al Hafid, Rabu (8/2/2023). [suf/ted]







