Jombang (beritajatim.com) – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menghadiri wisuda 187 hafidhoh (penfhafal Alquran) di PP (Pondok Pesantren) Hamalatul Quran (HQ) putri Desa Jarak Kulon Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, Rabu (15/3/2023). Salah satu dari hafidhoh itu adalah cucu dari KH Ma’ruf Amin yang bernama Selma Ratu Dewi Tanara (18).
Selma duduk di barisan depan para santri yang diwisuda. Selma mengenakan jilbab dan berbusana panjang. Penampilannya sangat anggun. Begitu namanya disebut, gadis berhidung mancung ini melangkah ke panggung. Dia menerima ijazah dari pengasuh PP Hamalatul Quran KH Ainul Yaqin.
Selma kemudian memberi hormat dengan menangkupkan tangan di dada. Membungkuk secara berututan. Kepada Bupati Jombang Mundjidah Wahab, kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, lalu kepada sang kakek KH Ma’ruf Amin, serta kepada sejumlah kiai yang duduk di panggung kehormatan.
BACA JUGA:
Ke Jombang, Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Peluncuran Gerakan Wakaf Indonesia
KH Ainul Yaqin menjelaskan, terdapat 600 santriwati di PP (Pondok Pesantren) Hamalatul Quran (HQ) putri Desa Jarak Kulon Kecamatan Jogoroto. Dari jumlah itu, sebanyak 187 santriwati. Salah satu santriwati yang menjalani wisuda adalah cucu Kiai Maruf Amin bernama Selma Ratu Dewi Tamara.
“Alhamdulillah cucu beliau KH Maruf Amin mampu menyelesaikan program tahfidz selama empat bulan sembilan hari. Hari ini Selma mengikuti wisuda hafidhoh (penfhafal Alquran) di pondok putri ini,” kata Mbah Yaqin, panggilan akrab KH Ainul Yaqin, yang disambut tepuk tangan.
Mbah Yaqin kemudian mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wapres Ma’ruf Amin dalam wisuda tersebut. “Kami juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pak Wapres Ma’ruf Amin yang jatuh pada 11 Maret kemarin. Nah, hadiahnya langsung dari Allah berupa cucu beliau yang hari ini diwisuda,” lanjut Mbah Yaqin.

Wapres KH Maruf Amin didampingi Gubernur Jatim Khiofifah Indar Parawansa dan pengasuh PP Hamalatul Quran KH Ainul Yaqin
Menurut Mbah Yaqin, selain santri putri, pihaknya juga mendidik santri putra dalam menghafalkan Alquran. Namun durasi masing-masing santri itu berbeda dalam hafalan. Untuk santri putra rata-rata sudah hafal selama enam bulan. Sedangkan santri putri selama tiga bulan. Metode yang digunakan di PP Hamalatul Quran adalah habituas atau pembiasaan.
Sementara itu, dalam acara tersebut ratusan undangan memadati lokasi. Mereka duduk rapi di bawah tenda berukuran besar. Jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Jombang juga hadir. Di antaranya Bupati Mundjidah Wahab, Kapolres AKBP Moh Nurhidayat, serta Ketua PN (Pengadilan Negeri) Bambang Setyawan.
Sebanyak 187 santri yang hendak diwisuda juga duduk di tempat yang sudah disiapkan. Sekitar pukul 9.11 WIB, Wapres bersama rombongan tiba di lokasi acara. Kedatangan RI 2 ini disambut lantutan salawat. Wapres didampingi pengasuh PP Hamalatul Quran KH Ainul Yaqin.
BACA JUGA:
Kunjungi Tebuireng Jombang, Wapres Ma’ruf Amin Nostalgia saat Jadi Santri
Hanya saja, dalam wisuda hafidhoh tersebut Wapres Ma’ruf Amin tidak menyampikan sambutan. Kiai Maruf hanya menyaksikan prosesi acara dari panggung kehormatan mulai awal hingga akhir acara. Setelah dari PP Hamalatul Quran, Wapres beserta rombongan bergeser ke pendapa Kabupaten Jombang untuk ishoma.
Usai dari pendapa, rombongan bergerser ke SMA Trensains Tebuireng yang ada Jl. Jombang No. KM.19, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Di Tebuireng, Wapres RI dijadwalkan meresmikan Peluncuran Gerakan Wakaf Indonesia (GWI). Dari Tebuireng, rombongan bergerak menuju Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Tambakberas Jombang. Di pesantren tersebut, Wapres menyampaikan akan orasi ilmiah pada Wisuda ke IX IAIBAFA Tahun Akademik 2022-2023. [suf/ted]






