Surabaya (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali atau yang lebih dikenal sebagai Gus Muhdlor, kini dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi pemotongan dan penerimaan uang BPPD Pemkab Sidoarjo.
Namun, tak banyak orang yang mungkin mengenal sosok Gus Muhdlor ini. Adapun berikut profil, latar belakang, hingga harta kekayaannya.
Profil Gus Muhdlor
Gus Muhdlor merupakan anak keenam dari tokoh Nahdlatul Ulama terkemuka di Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri. Adapun keluarganya memiliki pondok pesantren (Ponpes) ternama di Sidoarjo, yakni Pesantren Progresif Bumi Shalawat.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Sidoarjo, pria kelahiran 11 Februari 1991 ini aktif sebagai Sekretaris GP Ansor Sidoarjo. Bahkan hingga saat ini, Gus Muhdlor juga menjabat sebagai Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur.
Pendidikan Gus Muhdlor
Lulusan Universitas Airlangga ini mencalonkan diri sebagai Bupati Sidoarjo pada tahun 2020 lalu. Saat itu ia berpasangan dengan Subandi, yang sama-sama diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Gus Muhdlor juga sempat menggemparkan masyarakat, lantaran tak lama setelah operasi tangkap tangan (OTT) kasus korupsi yang menjeratnya saat ini, ia mendeklarasikan diri menyatakan dukungannya terhadap pasangan Probowo-Gibran.
Harta Kekayaan Gus Muhdlor
Terkait harta kekayaannya, ia telah tercatat empat kali melaporkan kekayaan ke KPK. Adapun pada laporan terakhir dilakukan pada 6 Maret 2023 lalu, dengan total nilai kekayaan mencapai Rp4,7 miliar.
Jumlah ini naik dua kali lipat dari laporan 2020 saat pertama mendaftarkan diri sebagai calon bupati, nilainya sekitar Rp2.9 miliaran. (fyi/ian)






