Malang (beritajatim.com) – Prof. Dr. Isnani Darti, S.Si., M.Si. dikukuhkan sebagai profesor Universitas Brawijaya (UB) bidang ilmu matematika terapan. Ia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ‘Gunakan Matematika untuk Pengembangan Ekologi, Epidemiologi dan Eko-Epidemiologi,’.
Prof Isnani Darti dikukuhkan bersama empat guru besar lain yaitu, Prof. Dodi Wirawan Irawanto SE., M.Com., Ph.D, Prof. Dr. Ir. Syafrial, MS., Prof. La Choviya Hawa, STP., MP., Ph.D., dan Prof. Dodi Wirawan Irawanto SE., M.Com., Ph.D. Kelimanya dikukuhkan pada hari Sabtu 16 September 2023.
Prof Isnani dalam sesi jumpa media memandang bahwa matematika bukan hanya ilmu teoretik saja, melainkan juga ilmu yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ilmu matematika punya peran penting saat terjadi pandemi covid-19 beberapa waktu lalu.
“Ke depan konsep tentang matematika yang dihubungkan dengan Eko-Epidemiologi bisa berguna jika ada suatu kejadian pandemi lagi. Ya memang kami tidak berharap hal demikian terjadi lagi, tapi ini membuktikan kegunaan matematika,” kata Profesor aktif ke 176 di Universitas Brawijaya saat jumpa pers Jumat 15 September 2023.
Matematika dikenal sejauh ini sebagai landasan pengembangan sains dan teknologi, dengan sifatnya yang abstrak dan rigor. Ternyata, lanjut Prof Isnani, matematika juga berperan dalam dinamika populasi, dan perannya dalam bidang ekologi, epidemiologi dan eko-epidemiologi.
BACA JUGA:
Expo Jamu UB Malang, Upaya Lestarikan dan Kembangkan Obat Tradisional Indonesia
Model ini, sudah dikembangkan dalam bentuk persamaan diferensial biasa, baik orde satu maupun orde fraksional. Keunggulan model ini karena mampu menjadi alat efektif untuk menjelaskan dan menganalisis dinamika pertumbuhan populasi, atau memprediksi perilaku populasi di masa mendatang secara lebih baik.
“Ya hasilnya bisa dijadikan sebagai scientific back-up sebelum intervensi atau kebijakan dilaksanakan. Oleh karena itu, saat pandemi kemarin ilmu ini banyak sangat bermanfaat,” ungkap Profesor ke 335 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh UB.
Model matematika epidemi berperan penting untuk kesehatan masyarakat. Di samping itu, model ini berpeluang dalam memprediksi perilaku populasi di masa yang akan datang secara lebih baik.
Sementara itu, model matematika ekologi memungkinkan untuk memahami konservasi spesies yang terancam punah, memprediksi efek ekologi dan memahami fluktuasi populasi di alam. Sedangkan model eko-epidemiologi dapat diaplikasikan untuk memahami pengendalian hama secara terpadu.
BACA JUGA:
Menkumham ke UB Isi Kuliah Tamu Bela Negara di Hadapan 15 Ribu Maba
Keunggulan model matematika ini, imbuh dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini, karena mampu menjadi alat yang efektif untuk menjelaskan dan menganalisis dinamika pertumbuhan populasi di masa datang. Namun, sebagian besar data lapangan yang sulit diperoleh, menyebabkan estimasi nilai parameter model belum dilakukan dan sebagian besar model tidak bisa divalidasi dengan data real..
Prof Isnani berharap penelitian matematika terapan yang berkaitan dengan pemodelan matematika dan komputasi, baik untuk masalah epidemi, ekologi, eko-epidemiologi, maupun bidang lain dapat terus digiatkan. “Selain itu juga terbangunnya komunikasi dan sinergi (kolaborasi yang kuat) di antara matematikawan, ilmuwan, pakar kesehatan, praktisi, maupun pengambil kebijakan,” tutup Profesor aktif ke 24 di FMIPA. [dan/suf]






