Bondowoso (beritajatim.com) – Kabupaten Bondowoso mencatat produktivitas panen padi sebesar 7,3 ton per hektar dalam kegiatan panen raya serentak yang dilaksanakan di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Senin (7/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional panen raya yang digelar serentak di 14 provinsi di seluruh Indonesia.
Panen raya di Desa Bataan dilakukan langsung oleh Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, Dandim 0822 Letkol Arh Achmad Yani serta Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono.
Setelah itu, rombongan mengikuti acara panen nasional secara daring bersama Presiden RI Prabowo Subianto dari Balai Desa Bataan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Hendri Widotono mengungkapkan bahwa panen kali ini dilakukan di lahan seluas sekitar 8 hektar.
Lahan itu milik Kelompok Tani Maju II. Hasil ubinan 2,5 x 2,5 meter menunjukkan produksi sebesar 4,6 kilogram gabah, yang jika dikonversi, menghasilkan produktivitas 7,3 ton per hektar. Estimasi kehilangan hasil panen berkisar antara 10–20 persen.
Bupati Bondowoso, Ra Hamid menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkokoh tekad menuju swasembada pangan nasional.
“Padi adalah komoditas utama dan Bondowoso merupakan salah satu lumbung padi yang sangat penting di Jawa Timur. Kami terus mendorong hilirisasi dan penyerapan gabah oleh Bulog, dengan dukungan sinergi dari TNI, Polri, serta pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Panen raya serentak ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional. [awi/beq]






