Ringkasan Berita:
- Produksi padi Mojokerto tahun 2025 mencapai 312.409 ton GKG atau naik 9,34 persen.
- Kenaikan dipicu peningkatan luas panen dan kondisi musim yang mendukung.
- Puncak produksi terjadi saat panen raya Maret hingga April 2025.
- Mojokerto menempati peringkat ke-12 penghasil padi terbesar di Jawa Timur.
Mojokerto (beritajatim.com) – Produksi padi Kabupaten Mojokerto sepanjang tahun 2025 mencatat pertumbuhan signifikan dengan total mencapai 312.409,1 ton dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), naik 9,34 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 285.714,44 ton.
Peningkatan produksi sebesar 26.694 ton tersebut menegaskan sektor pertanian Mojokerto masih menjadi salah satu penopang penting ketahanan pangan daerah di tengah dinamika perubahan iklim dan pola tanam.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menjelaskan bahwa kenaikan produksi dipengaruhi oleh bertambahnya luas panen sekitar 9,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan produksi ini sejalan dengan bertambahnya luas panen,” ungkapnya, Rabu (6/5/2026).
Selain perluasan lahan panen, faktor cuaca yang cukup mendukung pada awal tahun juga memberikan kontribusi besar terhadap hasil produksi padi Mojokerto.
Puncak produksi terjadi selama masa panen raya pada Maret hingga April 2025. Pada April, produksi GKG Mojokerto mencapai angka tertinggi sebesar 65.407,98 ton, sementara Maret menghasilkan 55.605,1 ton.
Sebaliknya, produksi terendah terjadi pada Desember dengan capaian hanya 9.266,46 ton.
“Namun secara umum, produksi padi sepanjang tahun 2025 bersifat fluktuatif, dengan tren penurunan mulai terlihat pada periode Juli hingga Desember. Hal ini dipengaruhi oleh pola tanam dan kondisi musim yang berubah,” katanya.
Berdasarkan pembagian subround atau periode empat bulanan, Januari hingga April menjadi penyumbang produksi terbesar dengan total 139.001 ton.
Subround Mei hingga Agustus menghasilkan 117.752 ton, sementara September hingga Desember menjadi periode terendah dengan total 55.655 ton.
“Karakteristik ini konsisten dalam beberapa tahun terakhir, di mana produksi tertinggi selalu terjadi pada awal tahun saat panen raya,” jelasnya.
Secara regional, kontribusi Kabupaten Mojokerto terhadap total produksi padi Jawa Timur tahun 2025 mencapai 3,08 persen dari total produksi provinsi sebesar 9,27 juta ton GKG.
Capaian ini menempatkan Mojokerto di posisi ke-12 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dalam daftar daerah penghasil padi terbesar.
Kabupaten Lamongan masih menjadi produsen padi terbesar di Jawa Timur dengan produksi 879.993,80 ton, disusul Bojonegoro dan Ngawi.
Dengan tren pertumbuhan positif tersebut, BPS berharap sektor pertanian Mojokerto mampu mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas pada 2026 melalui optimalisasi lahan, penguatan pertanian modern, dan pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim.
“Kami berharap tren peningkatan produksi ini dapat terus dipertahankan di tahun 2026 ini, melalui penguatan sektor pertanian, optimalisasi lahan, serta penerapan pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim,” harapnya.
Produksi padi GKG terbesar menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2025
1. Kabupaten Lamongan 879.993,80 ton
2. Kabupaten Bojonegoro 879.685,13 ton
3. Kabupaten Ngawi 772.570,76 ton
4. Kabupaten Jember 679.513,67 ton
5. Kabupaten Tuban 577.963,77 ton
6. Kabupaten Madiun 480.263,62 ton
7. Kabupaten Banyuwangi 453.636,15 ton
8. Kabupaten Jombang 441.641,78 ton
9. Kabupaten Ponorogo 436.299,92 ton
10. Kabupaten Nganjuk 435.224,24 ton
11. Kabupaten Gresik 375.590,98 ton
12. Kabupaten Mojokerto 312.409.10 ton
[tin/beq]






