Bojonegoro (beritajatim.com) – Produksi tabung oksigen medis di Kabupaten Bojonegoro masih mencukupi untuk kebutuhan sejumlah rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan perawatan pasien Covid-19. Sebanyak enam rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Bojonegoro itu bisa menampung sekitar 300 pasien lebih.
Menurut Kepala Filling Station PT Samator Wase Gas Bojonegoro Muh Anton Wijanarko, secara umum permintaan tabung gas oksigen di Kabupaten Bojonegoro masih terkendali. Meskipun ada stok kosong di RS, namun sifatnya hanya sebentar karena adanya permintaan yang signifikan.
“Over all masih terkendali, memang ada permasalahan stok kosong di RS, namun sifatnya sebentar dan kita cari alternatif pasokannya dikarenakan kenaikan secara signifikan, mendadak dan serentak,” ujarnya, Selasa (6/7/2021).
Permintaan tabung gas oksigen belakangan meningkat hingga 300 persen dari biasanya. Dari sebelumnya, produksi normal perusahaan yang ada di Jalan Raya Bojonegoro – Cepu Km 10 Desa Mojosari Kecamatan Kalitidu itu sebanyak 230 tabung oksigen per hari, saat ini bisa mencapai 650 tabung per hari dengan ukuran 6 M³.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkapkan untuk pasokan oksigen medis di sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 masih tercukupi. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir. “Pasokan oksigen medis di Bojonegoro semua stok tercukupi, tidak ada kekurangan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia juga telah melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19. Dengan begitu diharapkan bisa menghindari adanya tindakan oknum-oknum nakal yang yang memanfaatkan situasi saat ini dan sengaja menimbun tabung oksigen medis demi keuntungan besar, sehingga mengakibatkan kelangkaan tabung oksigen medis di Kabupaten Bojonegoro.
“Yang jelas, ketersediaan tabung oksigen medis ini lebih kita utamakan ke rumah sakit, karena itu yang lebih penting mengingat kebutuhan tabung oksigen medis di rumah sakit lebih sangat dibutuhkan,” ujar AKBP EG Pandia. [lus]






