Jakarta (beritajatim.com) – Produksi minyak PEP Limau Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 tercatat mencapai 5.102 barel per hari (BOPD) pada Februari 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan capaian produksi pada 16 Januari 2026 yang berada di level 3.658 BOPD.
Peningkatan produksi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PEP Zona 4 dalam mendukung target peningkatan produksi minyak dan gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam mengoptimalkan operasi produksi di lapangan migas.
“Peningkatan produksi Limau Field adalah hasil konsistensi PEP Zona 4 dalam upaya mendukung peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan. Tentunya catatan baik ini mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” ujar Djudjuwanto.
Ia menambahkan bahwa peningkatan produksi tersebut juga diiringi komitmen perusahaan dalam menjaga standar keselamatan kerja melalui penerapan manajemen Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara ketat. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan turut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional di lapangan.
“Di tengah upaya peningkatan produksi, kami tetap menempatkan keselamatan kerja dan operasional sebagai prioritas utama. Kami juga mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan dan pemerintah daerah sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lancar dan kondusif,” kata Djudjuwanto.
Sementara itu, Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4 Reza Nur Ardianto menjelaskan bahwa peningkatan produksi di PEP Limau Field dalam satu bulan terakhir ditopang oleh pekerjaan pada tiga sumur produksi.
Salah satu kontribusi utama berasal dari penemuan sumur TMB-026 di Struktur Tanjung Miring Barat. Pengeboran sumur tersebut dimulai pada 22 Januari 2026 dan menunjukkan hasil positif pada uji alir awal yang dilakukan pada 16 Februari 2026 dengan kapasitas produksi minyak mencapai 554 BOPD.
Selain pengeboran sumur baru, peningkatan produksi juga diperoleh dari kegiatan well intervention pada sumur BEL-053 di Kabupaten Muara Enim. Setelah dilakukan pekerjaan intervensi sumur selama 13 hari, yakni pada 8 hingga 21 Februari 2026, kapasitas produksi sumur tersebut meningkat hingga mencapai 650 BOPD.
Optimalisasi produksi melalui pengeboran sumur baru dan intervensi sumur ini menjadi bagian dari strategi operasional PEP Zona 4 dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pasokan energi nasional. [hen/beq]






