Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah produksi rata-rata lapangan unitisasi gas Jambaran Tiung-Biru yang dioperatori oleh Pertamina Energi dan Produksi Cepu (PEPC) sebesar 315 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) berupa gas dan kondensat.
Dari jumlah produksi rata-rata itu, volume penjualan terkontrak baru 187 MMSCFD dan potensi penambahan penjualan gas sebesar 5 MMSCFD. Produksi gas dari Lapangan JTB dialirkan ke industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah seiring pengembangan pembangunan pipa gas Cirebon Semarang (Cisem).
“Saat ini produksi gas yang sudah terserap sebesar 125 MMSCFD dengan buyer dari PLN, Petrokimia Gresik (PKG), dan Jargas Lamongan (PGN),” Direktur Utama PEPC Muhamad Arifin, Rabu (25/12/2024).
Untuk diketahui, hal itu diungkapkan dalam kegiatan Management Walkthrough (MWT) ke wilayah kerja PT Pertamina EP Cepu Jambaran Tiung Biru (PEPC JTB) pada Senin, 23 Desember 2024 oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang merupakan Subholding Upstream Pertamina, bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudy Satwiko, Direktur SDM & Penunjang Bisnis PHE Whisnu Bahriansyah, Direktur Utama Pertamina EP Cepu (PEPC) Muhamad Arifin, dan General Manager Zona 12 Mefredi.
MWT ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional di Wilayah Kerja Blok Cepu serta Lapangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB), memastikan penerapan standar keselamatan kerja, pengawasan secara langsung oleh Manajemen terhadap performa dan kegiatan operasi di akhir tahun 2024 serta melihat kesiapan operasi tahun 2025, dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan di sektor hulu migas.
Kegiatan ini melibatkan kunjungan lapangan ke beberapa fasilitas utama, yakni Well Pad C Blok Cepu, JTB Plant, dan gas metering JTB. Kunjungan lapangan tersebut juga mencakup kegiatan HSE campaign, diskusi optimalisasi produksi lifting tahun 2024-2025, monitoring project serta Ask for help. [lus/aje]






