Malang (beritajatim.com) – Priska Tanoyo seperti anak muda Indonesia lainnya memiliki banyak potensi saat berusia produktif untuk menghasilkan karya. Mereka bersemangat untuk mengejar karir hingga menjadi jajaran pengambil keputusan.
Perempuan asal Kediri, Jawa Timur ini memiliki kegigihan dan dedikasi tinggi dalam perjalanan karirnya. Ia memulai semuanya dari nol.
“Saat duduk di bangku kuliah, saya ambil jurusan manajemen perhotelan, yang fokus pada bagian restoran. Disini, saya belajar dari bawah, merasakan jadi housekeeping hingga jadi server (mengantar makanan dan minuman),” terang lulusan UK Petra Surabaya ini.
Sejak saat itu, Priska mengaku belajar banyak hal, utamanya ilmu sosial dalam menghargai sesama manusia.
“Sejak terjun sendiri di bidang tersebut, saya bisa menghargai hal kecil dan tidak mudah memandang sebelah mata terhadap profesi seseorang. Bahkan, juga ikut menjaga fasilitas umum agar tetap terawat,” kata dia.
Atas kegigihannya itu, dia mendapatkan kesempatan bagus untuk menyelesaikan magang, di negara tetangga, Malaysia selama delapan bulan.
“Bertemu banyak orang dari berbagai negara dan belajar budaya-budaya baru. Ternyata asik,” sambung dia.
Kemudian, ia mendapat tawaran untuk bekerja di bidang pendidikan yang jauh dari dunia perhotelan yang dipelajarinya saat itu.
“Sebelum wisuda, saya ditawari kerja di Jakarta di bidang pendidikan menjadi marketing promosi. Disini, saya merasa ada tantangan baru dan memilih untuk hijrah ke Jakarta. Saat perjalanan di ibukota, saya diantar kedua orangtua saya,” ujar Priska berbinar.
Setelah menjalani tes panjang dan diterima, ia menjalani pekerjaan tersebut selama delapan bulan.
“Kemudian, saya berhenti dan memilih pulang ke Kediri untuk istirahat. Di tengah perjalanan, saya diminta untuk bekerja di salah satu hotel di kawasan Surabaya Barat sebagai Sales Marketing,” imbuh perempuan berusia 32 tahun ini.
Selama dua tahun delapan bulan, Priska menunjukkan performa yang cukup bagus dan dipercaya menjadi Junior Sales Manager di hotel tersebut. Kemudian, Priska mendapatkan tawaran untuk mengisi posisi strategis di RedDoorz, yakni sebagai Corporate Sales Manager.
“Saat menjalani pekerjaan ini, saya dipercaya untuk pegang wilayah Jawa Timur, Sulawesi hingga Papua,” kata dia.
Baca Juga: Profile Professional Jawa Timur Amar Abdul Aziz Sales Berprestasi Asal Surabaya
Hasil tidak menghianati usaha. Dari hasil kerjanya di RedDoorz selama dua tahun, Priska akhirnya diajak bergabung di OYO.
“Setelah berhenti dari OYO, niatnya untuk istirahat sebentar. Ternyata, saya kembali dapat tawaran di Tiket.com menjadi Market Manager. Tugas saya pegang sistem, untuk mengajak kerjasama hotel dan villa,” lanjut dia.
Tak ingin berhenti berkarya, Priska ingin di masa depan nanti mendapat kesempatan menjadi pemimpin yang asyik.
“Kalau diberi jalan dan diizinkan Tuhan, saya ingin menjadi pemimpin yang seperti teman sendiri. Sehingga tim tidak sungkan menyampaikan keluhan Keluhan dan saran demi kemajuan bersama dan tidak mungkin menyakiti dengan ketidak jujuran. Nilai tersebut sesuai dengan apa yang saya dapat dari ibu dan nenek yang selalu setia mendoakan kesuksesan saya,” kata ibu satu putri ini.
Proses karir yang dijalani Priska memang dibilang tak mudah. Selama bekerja, ia menjunjung tinggi nilai-nilai konsisten, jujur, tulus, hingga menjaga kepercayaan.
“Harus punya integrity. Apa yang kita kerjakan menentukan kredibilitas kerja kita. Saya kerja tidak pernah mau makan gaji buta, harus jujur, melakukan tanggung jawab dengan benar dan konsisten,” tegas perempuan yang saat ini tinggal di Luwuk, Sulawesi Tengah ini.
“Prinsipnya dengan memegang integritas dalam pekerjaan, otomatis kita pasti mendapat koneksi yang banyak, yang nantinya menunjang keberhasilan kerja kita,” lanjut dia.
Pada kesempatan tersebut, Priska juga menekankan hal penting bagi anak muda. Jika saat bekerja sempat mengalami penolakan, jangan pernah sakit hati.
Sebab, ayahnya selalu menanamkan padanya bahwa ilmu lah harta terbesar yang tidak bisa dibeli dengan uang.
“Jadi dalam hidup, harus mau belajar banyak hal, jangan mau enaknya saja. Sebab itu lah kesuksesan tidak bisa dibeli secara instan,: papar dia.
“Jangan gampang menyerah dan malu. Kalau tidak mau ditolak, tidak usah kerja. Ini bisa kasih pelajaran tersendiri. Kalau ada rintangan, jangan mudah berhenti dan terus maju. Jangan minta terus ke orangtua, harus punya upaya sendiri. Banyak bersyukur dan kurangi sambat,” tegas perempuan berzodiak cancer ini. (ted)
=============
Konten Kerjsama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






