Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang peringatan ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan rasa nasionalisme. Salah satunya seperti yang dilakukan warga Ponorogo yang bernama Tarmin (40). Dia membagikan puluhan bendera merah putih secara gratis kepada masyarakat yang benderanya sudah kelihatan usang.
“Saya membuat 77 buah bendera merah putih untuk dibagikan kepada warga yang benderanya sudah rusak atau robek,” kata Tarmin, Senin (8/8/2022).
Laki-laki yang berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di Ponorogo ini mengaku membuat sendiri bendera merah putih yang dibagikannya tersebut. Dia sudah memulai membuat bendera itu sejak bulan Juli lalu. Mulai dari beli kain, hingga menjahitnya sehingga bisa terkumpul sebanyak 77 bendera merah putih.
[berita-terkait number=”5″ tag=”HUT-RI”]
“Habis ratusan ribu untuk beli kain warna merah dan putih. Saya buat sejak bulan Juli lalu, hingga sudah terkumpul sebanyak 77 bendera. Sengaja jumlahnya segitu, karena sama 77 tahun Indonesia merdeka,” ungkap Tarmin.
Greget membuat bendera untuk dibagikan itu, saat Tarmin melihat ada bendera merah putih warga yang dipasang sudah dalam keadaan rusak. Sehingga Dia berkeinginan untuk mengganti benderanya dengan yang baru.
Menurutnya, bendera adalah simbol negara yang harus dihormati dan dijaga. Tidak semestinya keadaanya lusuh atau usang. Tarmin juga memberikan bendera buatannya kepada warga yang belum punya bendera. Selain itu, Ia juga memberikan bendera itu kepada warga yang benderanya tidak sesuai spek atau tidak sesuai ukuran. Misalnya bendera milik warga ukurannya terlalu kecil.
“Membuat bendera merah putih ada aturan ukurannya, tidak sembarangan. Ada juga warga yang tidak mau dikasih, katanya masih kuat untuk beli sendiri. Ya tidak apa-apa, bagus itu malahan,” katanya.
Masyarakat yang hidup saat ini cukup beruntung, hanya mengisi kemerdekaan. Beda dengan masyarakat dahulu yang berjuang sekuat tenaga untuk mengupayakan kemerdekaan. Seyogyanya, pengorbanan mereka para pahlawan dihargai. Salah satunya dengan memasang bendera merah putih yang layak dan bagus.
Tarmin menyebut apa yang dilakukannya ink tidak punya maksud apa-apa. Dia semata mata ingin menumbuhkan rasa nasionalisme. Selain itu, agar warga bisa menghargai jasa para pejuang yang rela berkorban jiwa dan raga untuk mempertahankan sang merah putih. “Jangan lupakan sejarah, pengibaran bebas bendera merah putih ini, dulunya diupayakan dengan perjuangan, mengorbankan jiwa dan raga,” pungkasnya. (end/kun)






