Lamongan (beritajatim.com) – Nasib nahas dialami oleh Munip (34), warga Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Pasalnya, maksud hati ingin mengikuti karnaval, pria ini justru tewas sesaat sebelum iring-iringan karnaval dimulai.
Atas kejadian ini, sontak suasana karnaval yang sebelumnya riuh dan semarak tiba-tiba menjadi mencekam. Karnaval yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan pun seketika diselimuti suasana duka. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, Munip meninggal saat sedang dalam persiapan perjalanan karnaval yang diselenggarakan oleh panitia desa setempat.
[berita-terkait number=”2″ tag=”karnaval”]
“Insiden ini terjadi di tempat jemuran gabah penggilingan padi, PB Cahaya Kita, milik Feri Kusbiantoro, yang berada di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng. Tempat ini digunakan sebagai titik berkumpulnya peserta sebelum karnaval,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Senin (29/8/2022).
Mengenai kronologi tewasnya Munip, Anton menceritakan, bermula saat korban sedang duduk santai di roda gerobak besi pengangkut mesin Dong Feng yang digunakan sebagai penggerak sound system, dalam karnaval. Kala itu, mesin tersebut masih dalam kondisi hidup.
Mesin itu diangkut oleh mobil pikep L300 bernopol S 8453 JG yang dikemudikan oleh Sholihin (48), untuk kebutuhan karnaval. “Korban Munip duduk di roda menghadap ke utara sembari mengalungkan sarungnya di leher membelakangi mesin,” kata Anton.
Melihat korban duduk di atas roda, kemudian saksi Ali Murtadho dan Agus Prasetiyo mengingatkan korban agar tidak duduk di roda gerobak pengangkut mesin diesel Dong Feng. Pasalnya, yang dilakukan oleh korban bisa membahayakan dirinya.
Setelah diingatkan, korban lalu beranjak berdiri dan meninggalkan posisinya semula. Sayangnya, selang beberapa waktu kemudian, ternyata korban datang lagi dan duduk di roda itu kembali dengan tetap mengenakan sarung yang dikalungkan di leher.
[berita-terkait number=”2″ tag=”tewas”]
Tragisnya, tanpa diduga, sarung yang dikenakan korban tersangkut roda gila mesin Dong Feng. Korban akhirnya tertarik hingga kepalanya membentur roda gila mesin yang sedang berputar. Korban terpelanting dan meninggal seketika di lokasi. “Sarung korban tersangkut roda gila, ia ketarik dan kepalanya terbentur dan meninggal seketika di tempat itu,” tandasnya.
Masih kata Anton, warga yang melihat insiden ini pun histeris dan syok. Suasana karnaval yang awalnya penuh kemeriahan seketika menjadi haru dan penuh kesedihan. Melihat kenyataan ini, Kepala Desa Banjarmadu, Ali Zudianto, akhirnya bergegas melaporkan hal ini ke Polsek Karanggeneng.
“Itu murni kecelakaan yang tidak ada kesengajaan dari peserta karnaval. Korban sebelumnya bahkan sudah diingatkan oleh dua temannya untuk tidak duduk di roda gerobak pengangkut diesel sound system,” tutup Anton. [riq/suf]






