Jakarta (beritajatim.com) – PSM Makassar akan berhadapan dengan Arema FC di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare. Laga pekan kesembilan Super League 2025/2026 berlangsung Minggu (19/10/2025) sore,
Musim ini, PSM membentuk fondasi tim dengan pemain muda. Rata-rata usia skuad adalah 24,7 tahun, menjadikan mereka salah satu tim dengan generasi paling segar di liga.
Namun, usia muda tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan kompetitif. Hingga pekan ketujuh lalu, hanya satu kemenangan yang berhasil diraih, dan performa yang inkonsisten menimbulkan pertanyaan besar soal stabilitas permainan.
Yang paling mencolok adalah keputusan berani manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Bernardo Tavares. Keputusan ini datang menyusul hasil buruk dalam sejumlah pertandingan. Sebagai gantinya, PSM menunjuk Ahmad Amiruddin sebagai caretaker pelatih.
Sedangkan Arema FC datang ke Parepare dengan beban besar. Tim asal Malang ini belum sekalipun mencatatkan kemenangan di laga tandang musim ini. Dalam beberapa lawatan terakhir, mereka hanya mampu meraih hasil imbang — seperti saat menghadapi PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, dan Persis Solo.
Meski performa tandang belum memuaskan, secara individu, beberapa pemain Arema menunjukkan performa impresif. Penyerang Dalberto Luan Belo adalah contohnya.
Pemain berusia 31 tahun ini telah mencetak delapan gol hanya dalam enam penampilan. Dari 22 tembakan yang ia lepaskan, 17 mengarah tepat ke gawang — sebuah efisiensi yang mengesankan.
Di sisi lain, rekan senegaranya asal Brasil, Paulo Roberto Moccelin atau Paulinho, meskipun belum mencetak gol, sudah memberikan empat assist dari tujuh penampilan. Ia juga telah melakukan sembilan percobaan tembakan, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Angka-angka ini menunjukkan bahwa ia tetap menjadi pemain kreatif yang berbahaya.
Sementara itu, dalam lima pertemuan terakhir antara PSM Makassar dan Arema FC, kedua tim masing-masing mencatat dua kemenangan, dan satu laga berakhir imbang. Menariknya, pada lawatan terakhir ke Parepare, Arema berhasil mencuri kemenangan dengan skor tipis 1-0.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyadari betapa pentingnya laga ini. Ia menyebut timnya harus cepat bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Dengan motivasi untuk memperbaiki rekor tandang, Arema tentu tidak datang ke Parepare hanya untuk bermain aman.
PSM sendiri akan mencoba memanfaatkan dukungan publik Parepare untuk meraih kemenangan perdana di era caretaker. Tekanan tinggi akan berada di pundak para pemain muda yang kini memikul tanggung jawab besar di tengah transisi kepelatihan.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat. Kedua tim punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Arema FC lebih tajam dalam serangan, namun lemah dalam bertahan. PSM solid dalam organisasi, tapi minim kreativitas ofensif.
Jika Arema mampu memaksimalkan kekuatan lini depan dan menjaga kedisiplinan pertahanan, mereka punya peluang besar untuk mencuri tiga poin dari Parepare. Namun, PSM yang bermain di kandang bisa saja mengejutkan jika mampu menemukan momentum cepat di awal laga. [faw/suf]






