Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki awal pekan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Timur bagian barat dan selatan, termasuk Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Pacitan, pada Senin, 9 Februari 2026. Secara umum, kondisi cuaca di ketiga wilayah tersebut didominasi langit berawan, dengan potensi hujan ringan pada jam-jam tertentu.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., menyampaikan bahwa masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari.
Di Kota Madiun, cuaca diperkirakan berawan sejak pagi hari mulai pukul 06.00 WIB hingga malam sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan ringan berpotensi turun pada sekitar pukul 13.00 WIB. Suhu udara berada di kisaran 23 hingga 29 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari arah utara berkecepatan 15,7 km per jam serta kelembapan udara 74 hingga 97 persen.
“Meskipun hujan yang terjadi tergolong ringan, masyarakat tetap perlu mengantisipasi kondisi jalan yang licin,” kata Oky.
Kondisi cuaca yang hampir sama juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Madiun. Wilayah ini akan didominasi langit berawan dengan suhu udara berkisar 23 hingga 28 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan sekitar 13,1 km per jam, sementara kelembapan udara cukup tinggi, yakni 81 hingga 97 persen.
Tingginya kelembapan udara menjadi salah satu faktor yang memicu terbentuknya awan hujan meski intensitasnya ringan,” tambah Oky.
Sementara itu, Pacitan diperkirakan mengalami hujan ringan lebih awal. Langit berawan akan menyelimuti wilayah ini sejak pagi pukul 06.00 WIB, kemudian hujan ringan berpotensi turun mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB.
Pada sore hingga malam hari, cuaca kembali berawan. Suhu udara berada di rentang 21 hingga 27 derajat Celcius, dengan angin dari arah utara berkecepatan 9,2 km per jam dan kelembapan udara 74 hingga 98 persen.
“Wilayah selatan Jawa Timur, termasuk Pacitan, memang masih berpotensi mengalami hujan ringan akibat kondisi atmosfer yang lembab,” terangnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan, agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.[mnd/aje]






