Surabaya (beritajatim.com) – Capres Prabowo Subianto menyindir bahwa orang yang memilih program internet gratis ketimbang program makan siang gratis berotak agak lamban. Ini disampaikan Prabowo di atas panggung dalam kampanyenya.
Sebagai pihak yang punya tawaran program internet gratis, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud buka suara menanggapi pernyataan Prabowo itu. TPN balik mempertanyakan tujuan makan siang gratis yang menjadi program Prabowo.
“Tujuan makan siang gratis ini untuk apa? Kalau untuk penanganan stunting itu harus dilakukan sebelum anak umur 2 tahun. Lebih dari itu, stunting sulit diperbaiki,” tegas Wakil Direktur Representatif TPN, Charles Honoris dalam pernyataan tertulisnya kepada beritajatim.com, Minggu (21/1/2024).
Charles mengatakan, layanan internet super cepat, gratis, dan merata di seluruh wilayah Indonesia bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ini karena bisa dimanfaatkan secara efektif untuk pendidikan, bisnis, dan komunikasi.
Dengan internet gratis, lanjut dia, anak-anak sekolah bisa belajar dan mendapat pengetahuan dengan tak terbatas. Para pelaku UMKM juga bisa mengembangkan bisnisnya tanpa lagi memikirkan biaya untuk kuota internet.
“Kalau taraf hidup masyarakat sudah meningkat, makan adalah persoalan kecil bagi masyarakat,” tukasnya.
“Soal pemimpin otak lamban seperti kata Pak Prabowo, debat capres terakhir saya kira rakyat bisa membuktikan siapa yang paling lamban dan akhirnya sering emosional,” pungkas Charles. [tok/suf]






